Percepatan Pembangunan, Pemko Medan-Deliserdang Tandatangani Kerjasama

Sebarkan:

Wali Kota Medan Bobby Nasution dan Bupati Deliserdang Ashari Tambunan menandatangani MoU kedua pihak. (foto:mm/ist)
DELISERDANG (MM) – Untuk mendukung percepatan pembangunan kedua daerah bertetangga, Pemko Medan dan Pemkab Deliserdang, berkolaborasi demi terwujudnya kesejahteraan masyarakat.

Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) atau kerjasama dilakukan Wali Kota Medan Bobby Nasution dengan Bupati Deliserdang, Ashari Tambunan, Rabu kemarin di Deliserdang.

Tiga sektor fokus kerjasama yakni, Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan di Wilayah Perbatasan Medan - Deliserdang, Penanganan Permasalahan Infrastruktur dan Utilitas Lingkup Wilayah Medan – Deliserdang serta bersama-sama menjaga ketentraman dan ketertiban Umum di perbatasan Antara Kota Medan dengan Kabupaten Deliserdang. 

Penandatangan kerjasama kedua kepala daerah ini, diawali masing-masing OPD kedua daerah menandatangani MoU.

Penandatanganan MoU Pemko Medan – Deliserdang juga dihadiri Wali Kota Binjai Amir Hamzah, Bupati Batu Bara H Zahir, Pj Wali Kota Tebing Tinggi M Dimiyathi, Wakil Bupati Deliserdang H.M. Ali Yusuf Siregar, Wakil Bupati Serdang Bedagai H Adlin Umar Yusri Tambunan, Wakil Bupati Labuhanbatu Utara Syamsul Tanjung, unsur Forkopimda Kabupaten Deliserdang dan Sultan Serdang T Ahmad Tala'a.

Wali Kota Medan Bobby Nasution mengungkapkan, penguatan kerjasama ini dilakukan karena pembangunan yang dilakukan di Kota Medan tidak terlepas dari Kabupaten Deliserdang. 

Sebagai contoh, sambung Bobby Nasution, penanganan banjir di Kota Medan. Dikatakannya, sebesar apa pun upaya yang dilakukan Pemko Medan dalam mengatasinya tidak akan berhasil karena solusi sebenarnya ada di Deliserdang. Sebab, hulu dan hilir sungai ada di Deliserdang, karenanya, imbuhnya, penanganan banjir yang dilakukan harus melibatkan Deliserdang.

"Jika normalisasi Sungai Bedera selesai, maka dapat mengurangi banjir yang terjadi di Medan sekitar 20 persen. Begitu juga dengan pembangunan Bendungan Lau Simeme yang berada di wilayah Deliserdang, jika selesai dapat mengatasi 40 persen banjir di Kota Medan. Karenanya perlu dilakukan penguatan kerjasama ini agar pembangunan yang dilakukan dapat berkesinambungan," kata Bobby Nasution.

Selain itu kata menantu Presiden Joko Widodo ini, terkait adanya kesulitan masyarakat dalam melakukan pengurusan terkait perbatasan yang ada antara Kota Medan dengan Kabupaten Deliserdang juga harus disikapi sehingga wilayah Deliserdang yang berada di Kota Medan masuk ke Kota Medan dan yang berada di Deliserdang dimasukkan ke Deli Serdang. 

"Tujuannya untuk percepatan pembangunan yang dilakukan. Adanya kesepakatan dan kerjasama ini tentunya dapat menjadi bukti hukum. Dimana tahun 2023, Pemko Medan siap bekerjasama memperbaiki 5 titik jalan yang berada di wilayah Deliserdang,"  ungkapnya.

Di kesempatan itu, Bobby Nasution juga  menyampaikan pembangunan Kota Medan yang dapat mensejahterakan masyarakat dengan berlandaskan budaya yang ada. Oleh karenanya, tegasnya, Pemko Medan tidak akan pernah meninggalkan budaya yang ada di Kota Medan dalam melakukan pembangunan.

"Ini perlu saya sampaikan, seperti merekonstruksi ulang gapura pintu masuk Kota Medan. Untuk merekonstruksinya, bangunan yang ada harus dirubuhkan untuk dibangun kembali dengan nuansa yang lebih modern tanpa menghilangkan simbol-simbol yang ada," paparnya yang hadir didampingi Kadis PU Kota Medan Topan OP Ginting, Kasatpol PP Rakhmat Syahputra Harahap, Kadis Pencegah dan Pemadam Kebakaran Albon Si.

Di gapura Kampung Lalang, terang Bobby, tidak akan menghilangkan simbol-simbol Melayu. Begitu juga dengan gapura di Amplas, lanjutnya, tetap menggunakan simbol-simbol Melayu namun diberi sentuhan modern sehingga semakin melekat di hati. "Sedangkan untuk gapura di Tuntungan, kita tonjolkan etnis Karo karena masyarakat yang tinggal di kawasan itu mayoritas Karo," pungkasnya.

Penguatan Hubungan Kerja Sama Antara Pemkab Deli Serdang dengan Pemko Medan ini dihadiri sekitar 1.500 orang yang tatap muka langsung, sedangkan melalui zoom meeting diikuti sekitar 1.200 orang. Antusiasme masyarakat dan tokoh adat sangat tinggi menyambut dilakukannya penguatan kerjasama tersebut.(nasti)

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini