![]() |
| Pegawai BPJS Kesehatan Sibolga mendatangi Muslaini dalam program BPJS Kesehatan Sibolga menyapa. (foto:mm/ist) |
PROGRAM Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) benar-benar memberikan dampak signifikan dalam meringankan beban finansial dari pengeluaran untuk sektor kesehatan. Program ini juga benar-benar berfungsi mengurangi kerentanan masyarakat dari kemiskinan.
Muslaini Tanjung (51) misalnya, salah seorang peserta program JKN di Kota Sibolga, Sumatera Utara (Sumut).merupakan salah satu sosok yang sangat beruntung mengikuti Program JKN tersebut. Berkat masuk dalam program itu, Muslaini dan keluarganya terhindar dari beban finansial yang bisa membuat mereka miskin.
Muslaini sendiri merupakan pasien pengidap kanker payudara. Dia kerap bolak balik rumah sakit karena penyakitnya yang dideritanya itu. Baik itu rawat inap, maupun sekedar kontrol ke fasilitas kesehatan (faskes) rumah sakit.
"Kemarin, mama juga sempat dirujuk ke salah satu rumah sakit besar di Medan, namun kemoterapinya tidak sampai selesai, karena Mama (Ibu) sudah tidak kuat menahan rasa sakitnya. Sehingga, kami membawa mama pulang," ucap Deni, anak Muslaini "Dalam Program "BPJS Kesehatan Sibolga Menyapa" baru-baru ini.
Deni yang dalam Program "BPJS Kesehatan Sibolga Menyapa" itu menceritakan bagaimana perjuangan mereka dalam upaya pengobatan dan pemulihan ibunya Muslaini bersama BPJS Kesehatan saat itu, begitu sangat menyadari jika biaya yang dibutuhkan untuk pengobatan dan penyembuhan kanker sangat besar. Ditambah lagi, pengobatan dan penyembuhannya yang sangat panjang (lama).
Namun, Deni dan juga keluarganya juga menyadari dan sangat bersyukur karena semua biaya pengobatan ibunya Muslaini ditanggung sepenuhnya oleh BPJS Kesehatan.
"Karena semua ditanggung Program JKN, kami anak-anaknya hanya menginginkan mama cukup bersemangat dan optimis karena tidak perlu memikirkan biaya berobat lagi," ucap Deni.yang saat itu sedang menemani ibunya dirawat di salah satu ruang faskes RSU FL Tobing Sibolga.
Deni pun dikesempatan itu lantas mengucapkan terima kasihnya kepada Program JKN yang diselenggarkan oleh BPJS Kesehatan. Menurutnya, berkat Program JKN, pelayanan kesehatan dalam rangka pemulihan ibunya Muslaini dapat berjalan dengan lancar tanpa ada kendala.
Ibunda Deni sendiri, Muslaini, merupakan peserta Program JKN yang terdaftar dalam segmen peserta Penerima Bantuan luran (PBI) tanggungan pemerintah pusat. Dengan luran setiap bulannya dibiayai oleh pemerintah pusat melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Padahal, Deni dan keluarganga bahkan ibunya Muslaini sebelumnya sama sekali tidak mengetahui kalau pemerintah sudah menyediakan jaminan kesehatan yang terjangkau. Tapi beruntung saat itu, ada salah satu dari anggota keluarga Deni yang mau membantu untuk pengurusan BPJS Kesehatan tersebut.
"Saat itu, beliau yang mendaftarkan kami sekeluarga dalam Program JKN bantuan pemerintah. Jadi kami hanya melengkapi beberapa berkas administrasi saja, seperti KTP dan Kartu Keluarga (KK). Alhamdulillah, sejak saat itu sampai sekarang, kami mendapatkan BPJS Kesehatan gratis," pungkas Deni. (jhonny simatupang)


