![]() |
| Jenazah Suwardi disemayamkan di rumah duka. (foto:mm/ist) |
Kapolsek Air Joman AKP T. Lawolo mengatakan, berdasarkan keterangan saksi-saksi, kasus kematian Suwardi (57) diketahui sekira 13.00 WIB. Siang itu, Suwartini menjerit histeris melihat suaminya sudah tewas gantung diri.
Teriakan Suwartini mengundang perhatian warga desa. Kasus ini kemudian disampaikan ke Kades dan Polsek Air Joman. “Setelah diperiksa bidan desa, kematian korban murni gantung diri sesuai petunjuk yang ada,” ujar AKP Lawoto, Minggu (23/7/2023).
Atas pernyataan pihak keluarga, jenazah tidak dilakukan utopsi dan mengikhlaskan kematiannya dan selanjutnya disemayamkan di rumah duka dan dikebumikan di pamakaman umum setempat.
Sebelumnya kasus bunuh diri Seorang pria beristri berinsial RT (34) tewas gantung diri di pohon mangga, di Dusun VI, Desa Air Joman, Kabupaten Asahan. Motif kematian korban RT, warga Dusun I Desa Bagan Asahan, Kecamatan Tanjung Balai, Asahan, tersebut diduga berkaitan persoalan dalam keluarga.
Kasus serupa juga dilakukan seorang remaja HS (17), warga Dusun IV, Desa Ledong Timur, Kecamatan Aek Ledong, Kabupaten Asahan, nekat mengakhiri hidup dengan cara gantung diri di pohon Damuli, Kamis petang kemarin.(zein)


