Mudahkan Akses Layanan hingga Rumah Sakit, BPJS Kesehatan Sibolga Undang Faskes

Sebarkan:
Kepala BPJS Kesehatan Sibolga, Acep Arief Hermansyah monitoring pemanfaatan sisten antrean online faskes di Kota Sibolga. (foto:mm/ist)
SIBOLGA (MM) - BPJS Kesehatan Sibolga mengundang seluruh fasilitas kesehatan (Faskes) di wilayah Kota Sibolga dalam rangka pertemuan Monitoring dan Evaluasi pada Implementasi dan Pemanfaatan Sistem Antrean Online, Selasa (18/7/2023). 

Kepala BPJS Kesehatan Sibolga, Acep Arief Hermansyah, mengatakan kegiatan ini sejalan dengan tema transformasi mutu layanan yang tengah digalakkan BPJS Kesehatan. Di mana BPJS Kesehatan bersama seluruh fasilitas kesehatan (faskes) dan para pemangku kepentingan terus berupaya meningkatan derajat kesehatan masyarakat Indonesia melalui Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Dari sisi kemudahan, ucap Arief, pihaknya sudah menyederhanakan administrasi dalam mengakses pelayanan kesehatan. Tidak ada lagi foto copy berkas, tapi dengan hanya menunjukkan Kartu Tanda Penduduk (KTP) atau menyebutkan Nomor Induk Kependudukan (NIK) saja, peserta sudah mendapatkan pelayanan. 

Arief pun mengapresiasi pemanfaatan antrean online di faskes tingkat pertama (FKTP) yang sudah mencapai 90 persen. Namun, dia tetap mengimbau untuk capaian yang belum optimal, yaitu masih di bawah lima persen terhadap antrean online melalui Aplikasi Mobile JKN. 

"Antrean yang diterbitkan di tempat (on the spot) melalui web antrian jumlahnya lebih besar dibandingkan antrian melalui Aplikasi Mobile JKN. Maka itu, pencapaian yang belum optimal ini kiranya dapat lebih ditingkatkan lagi oleh puskesmas," ucapnya. 

Sementara itu, Arief mengakui, ada beberapa kendala implementasi sistem antrean online melalui Aplikasi Mobile JKN yang disampaikan oleh faskes yang sudah menerapkannya. Di antaranya terkait peserta JKN yang tidak memiliki handphone (HP) android, dan data atau pulsa, serta belum optimalnya petugas khusus yang membantu mengunduh Aplikasi Mobile JKN, dan nomor HP yang terdaftar berbeda.

Kemudian, masyarakat juga harus diberikan pemahaman terkait manfaat penggunaan antrean online, salah satunya dengan keberadaan display di seluruh fasilitas kesehatan. Display tersebut harus dipastikan selalu dalam keadaan menyala dan real time sesuai dengan antrean yang berjalan. 

Sementara itu, Kepala Seksi (Kasi) Pelayanan Dinas Kesehatan (Dinkes) Sibolga, Elmika R Manurung, berharap penetapan kembali Duta Aplikasi Mobile JKN di seluruh fasilitas kesehatan. Menurutnya, hal itu merupakan rencana tindak lanjut yang dapat dieksekusi segera.

"Selain itu, dari sisi peserta JKN juga harus selalu disosialisasikan manfaat penggunaan antrean online dalam mengakses pelayanan kesehatan," ucapnya. 

Berbeda dengan Kepala Puskesmas Pintu Angin, Sri Maryani. Pada kesempatan itu, Sri berbagi pengalaman terkait pemanfaatan antrean online yang belum optimal. Dia juga menyampaikan saran agar capaian pemanfaatan antrean online di faskes bisa meningkat.

"Kami siap diedukasi langsung oleh BPJS Kesehatan. Mulai dari satpam di depan hingga petugas yang ada di belakang layar yang nantinya langsung bertemu dengan peserta JKN. Kami siap untuk menjelaskan antrian online ini melalui Aplikasi Mobile JKN. Jadi, edukasi ini dimulai dari kami dulu secara internal sampai kami juga siap untuk meneruskannya ke peserta JKN yang berkunjung," ungkap Sri. (jhonny simatupang) 

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini

 
Desain: indotema.com