![]() |
Groundbreaking Masjid Jami Soeprapto Soeparno, Hadirkan Pusat Spiritual dan Sosial Modern di Jakarta Timur. (foto/ist) |
Acara groundbreaking dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, antara lain Presiden Direktur JNE M. Feriadi Soeprapto, Direktur Utama TIKI Yulina Hastuti, Plt Lurah Makasar Heru Suryono SH M.Si, Ketua DKM Rasyidin, serta keluarga besar almarhum. Peletakan batu pertama secara simbolis dilakukan oleh Hj. Nuraini Soeprapto, istri almarhum.
Masjid ini akan dibangun di atas lahan seluas 12.520 meter persegi, dengan luas bangunan utama mencapai 1.700 meter persegi yang terdiri dari dua lantai. Desain arsitekturnya mengusung konsep tropis modern dengan sentuhan minimalis, ventilasi alami, serta pencahayaan maksimal untuk menciptakan suasana nyaman dan terbuka. Selain ruang salat, masjid juga dilengkapi balkon depan-belakang, teras terbuka, dan halaman hijau di sekelilingnya.
Putra sulung almarhum, Ahmad Yuniarto, menjelaskan bahwa pembangunan masjid ini merupakan wujud cita-cita sang ibunda, Hj. Nuraini, untuk melanjutkan warisan keimanan dan sosial almarhum. Sebelumnya, keluarga juga telah membangun dua masjid di Pangkalpinang sebagai bentuk komitmen dalam menebar manfaat bagi umat.
“Masjid ini bukan sekadar tempat ibadah, tapi juga ruang berkumpul yang memperkuat mental dan spiritual warga. Kami berharap keberadaannya menjadi amal jariyah yang mengalirkan pahala bagi orang tua kami dan menjadi warisan keteladanan bagi anak cucu,” ujar Ahmad.
Presiden Direktur JNE, M. Feriadi Soeprapto, menyebut masjid ini akan menjadi landmark baru yang memperkaya arsitektur kota sekaligus memperkuat nilai-nilai spiritual. "Kami ingin nilai ‘Berbagi, Memberi, dan Menyantuni’ yang diajarkan almarhum terus hidup melalui masjid ini," ujarnya.
Sementara itu, Direktur Utama TIKI Yulina Hastuti menambahkan bahwa pembangunan ini berangkat dari semangat inklusivitas dan kepedulian sosial yang telah diwariskan almarhum. “Masjid ini akan menjadi ruang yang menyatukan dan memberdayakan masyarakat, terutama bagi anak yatim, ibu janda, dan penyandang disabilitas,” katanya.
Masjid ini dirancang oleh perusahaan arsitektur SPOTLIGHT SPACES yang telah berpengalaman lebih dari 25 tahun. Proyek ini ditargetkan rampung pada Juni 2026. Fasilitas yang akan tersedia antara lain taman terbuka, area parkir luas, serta desain yang ramah bagi lansia, ibu dan anak, serta penyandang disabilitas.
Zulfarani, selaku Head of Project, menekankan bahwa pembangunan masjid ini tidak hanya soal infrastruktur, tetapi juga mengandung nilai ibadah dan tanggung jawab sosial. “Kami memastikan desainnya inklusif, fungsional, dan mampu dinikmati masyarakat luas, baik warga sekitar maupun pengunjung dari luar daerah,” pungkasnya.(harry handoyo)