Isu Bagi-Bagi 'Proyek' Warnai Pemerintahan Bahar–Syafrizal, Bayang-Bayang Tim Sukses Disorot

Sebarkan:
Bupati Batu Bara H Baharuddin Siagian dalam kegiatan seremonia mengunjungi program kerja Bapenda dalam menggali PAD. (foto:dok ist)
BATU BARA (MM) – Hari ini, kepemimpinan Bupati Batu Bara H Baharuddin Siagian dan Wakil Bupati H Syafrizal, genap 140 hari kerja. Visi mewujudkan Batu Bara Bahagia dengan pelayanan yang amanah dan Misi Pembangunan yang jujur, bertanggungjawab dan berintegritas masih sebatas di atas kertas.

Tentunya sikap apatis masyarakat Batu Bara ini bukan tanpa alasan. Pasca pasangan Baharuddin Siagian-Syafrizal, yang diusung partai Golkar, Gerindra, PAN, PKB, PPP, PKS, PBB, Perindo dan Partai Buruh dilantik pada 20 Februari 2024 lalu, sejumlah tim sukses (TS) diduga mulai bergerak menjadi bayang-bayang bagi kalangan OPD di lingkungan Pemkab Batu Bara.

Berdasarkan penelusuran medanmerdeka.com di lapangan, peranan beberapa Tim Sukses (TS) inipula berdampak mundurnya sejumlah kepala OPD dan beberapa diantaranya dinonjobkan dengan alasan pemeriksaan oleh inspektorat.

Beredar kabar, sejumlah Tim Sukses terus bergerak melobi beberapa ASN dari Kabupaten/kota untuk kembali ke Batu Bara, dengan imbalan sepadan. Mirisnya, beberapa tim sukses Bupati Bahar-Wabup Syafrizal dengan gampang menjadi petugas daerah 2025 kemarin.

Masuknya tim sukses Bahar-Syafrizal sebagai petugas haji 2025 menjadi sorotan public. Sebab, masih banyak ulama-ulama dan tokoh masyarakat yang kurang mampu dan lebih mumpuni dalam agama yang dapat diunjuk sebagai pendamping.

Sepak terjang para TS Bupati Bahar-Syafrizal bukan lagi rahasia umum. Selain berperan mengevaluasi dan menempatkan pejabat, mereka-mereka ini juga dikabarkan menjadi penentu pemenang tender proyek-proyek dan PL yang bersumber dari APBD Batu Bara. Tak heran, mereka-mereka yang dulunya naik sepeda motor kini sudah nyaman mengendarai mobil.

Selain itu, para TS Bupati Bahar-Syafrizal ini juga dikabarkan menduduki jabatan-jabatan penting di sejumlah organisasi dengan menyusun orang-orang kepercayaannya. Organisasi ini nantinya akan mendapatkan dana hibah APBD 2025. Begitulah setiap tahun bagi-bagi kue APBD Batu Bara.

Konon kabarnya, mereka-mereka ini maupun pejabat nomor wahid Pemkab Batu Bara diduga juga berbagi dengan oknum-oknum aparat penegak hukum dan oknum DPRD. Beberapa proyek APBD dikucurkan, yang kelak dikerjakan oleh rekanan yang mumpuni.

Jadi tak heran, jika DPRD yang seyogianya selaku badan pengawas saat ini ‘bungkam’ seribu bahasa. Sudah saatnya aliansi mahasiswa, tokoh masyarakat kritis menjadi pengawas perjalanan pembangunan Batu Bara ke depan.

Jadi jangan heran, jika Bupati Baharuddin Siagian dan Wakil Bupati Syafrizal hingga kini hanya sibuk dengan agenda-agenda seremonia dengan janji-janji manisnya yang menyapu bersih bak angin laut dari selat malaka. (zein)

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini

 
Desain: indotema.com