![]() |
| Abdul Basit. (foto/ist) |
"Iya, saya mendengar banyak asumsi liar yang menyebut gerakan kami ini inisiasi dari seseorang. Bahkan ada pihak yang mengklaim kami sebagai massanya untuk dijadikan presure politik. Itu jelas tidak benar," tegas Basit.
Menurutnya, Cipayung Plus adalah wadah organisasi ekstra mahasiswa yang setiap hari ditempa untuk berpikir kritis demi masa depan bangsa. Karena itu, upaya pihak tertentu yang mencoba mengklaim atau menunggangi gerakan mahasiswa disebutnya sebagai bentuk kejahatan politik praktis dan penghinaan terhadap kaum intelektual.
"Sejak era reformasi, Cipayung sudah memiliki panggung sebagai perkumpulan organisasi yang eksis di tengah kaum muda. Mulai dari karakter gerakan, tata cara menyampaikan pendapat, hingga kualitas berpikir orang di dalamnya. Jadi, kalau ada yang menyebut kami massa seseorang, itu sama saja menghina aktivis," tambahnya.
Basit juga menyebut kehadiran Cipayung di Pasaman Barat adalah bentuk "shock therapy" terhadap pihak-pihak yang selama ini mencari keuntungan dari penderitaan masyarakat. Ia menilai klaim sepihak itu dilakukan demi memperlihatkan seolah-olah memiliki kendali super power di hadapan kelompok tertentu.
"Terakhir, dengan sangat hormat saya sampaikan, kami bukan orang bodoh. Gerakan ini murni lahir dari keprihatinan terhadap kondisi bangsa. Maka kami mengutuk setiap tindakan pihak yang merasa telah memanfaatkan gerakan yang sudah terlaksana dengan sedemikian rupa," pungkasnya.(doni setiawan)


