![]() |
| Masyarakat Sibolga saat mengambil beras dari gudang Bulog Sibolga, Sabtu (29/11/2025) malam. (foto:mm/jhonny simatupang) |
Belum diketahui apa penyebab hal itu, namun diduga tindakan tegas itu terpaksa dilakukan aparat TNI karena masyarakat dari Kota Sibolga dan Tapteng yang datang ke lokasi gudang bulog tersebut sudah tidak tertib dan tidak terkendali lagi ketika mengambil beras.
Pantauan medanmerdeka.com, tembakan peringatan yang dikeluarkan oleh aparat TNI tersebut dilakukan menjelang pukul 00.00 WIB. Ribuan masyarakat yang masih berada di lokasi gudang bulog dan berdesak-desakan langsung berhamburan keluar lokasi gudang untuk menyelamatkan diri.
Namun, masyarakat tidak langsung meninggalkan lokasi gudang Bulog dan pulang ke rumah masing-masing. Masyarakat malah masih bertahan di depan lokasi gudang bulog dan juga di sepanjang jalan Sibolga-Padangsidempuan.
Aparat TNI pun kemudian terpaksa kembali mengeluarkan beberapa kali tembakan peringatan agar masyarakat benar- benar meninggalkan lokasi gudang Bulog. Masyarakat pun akhirnya meninggalkan lokasi.
Sebelumnya, aparat TNI sudah kewalahan mengatasi gelombang masyarakat yang datang ke gudang Bulog sejak siang hari untuk mengambil beras. Sampai-sampai mereka terpaksa mengamankan seorang warga yang diduga provokator untuk membuat situasi di gudang Bulog tidak terkendali.
Bahkan, aparat TNI menemukan seorang ibu yang meninggal dunia dan seorang laki-laki muda yang kemudian diketahui adalah anak dari si ibu mengalami luka. Bahkan ada juga beberapa warga yang terpaksa digotong rekannya dan dibawa dengan sepeda motor keluar lokasi gudang Bulog karena pingsan dan terluka.
Menurut keterangan salah seorang warga Tapteng, S Br Sianturi, pada sore hari sekitar pukul 18.00 WIB, aparat TNI yang berada di lokasi gudang Bulog Sibolga sudah meminta masyarakat untuk meninggalkan lokasi gudang dan bahkan sudah menutup pintu masuk gudang.
Namun, masyarakat yang sebelumnya masuk secara paksa ke dalam gudang sebelum kedatangan TNI melakukan penjagaan masih tetap bertahan dan melakukan pengambilan beras lalu mengeluarkannya dari atas pintu dan tembok pagar.gudang.
"Tapi saya tidak tahu kenapa aparat TNI membuka pintu pagar Bulog kembali, sehingga masyarakat kembali masuk gudang mengambil beras," ungkap Br Sianturi.
Salah seorang perempuan menduga paska masyarakat merangsek masuk gudang bulog, Bupati Tapteng, Masinton Pasaribu, kemudian datang dan melakukan komunikasi dengan pihak Bulog dan masyarakat. Hasilnya, beras-beras di Bulog diberikan kepada masyarakat dan diambil dengan tertib.
"Tujuan Pak Masinton untuk membantu masyarakat Sibolga dan Tapteng dari kondisi sulit atas dampak bencana alam banjir dan longsor yang sedang menimpa masyarakat Sibolga dan Tapteng," ungkapnya.
Pantauan medanmerdeka.com, pada Minggu (30/11/2025) pagi, ribuan masyarakat kembali mendatangi gudang Bulog untuk mengambil beras Bulog.
Namun, tidak lagi seperti sehari sebelumnya, beras Bulog sudah dibagikan dengan tertib oleh aparat TNI yang mendapat dukungan pasukan dari Brimob dan personil kepolisian biasa. Para masyarakat terlihat antri dengan mengutamakan kaum perempuan. Dan hingga berita ini terbit, belum diketahui seberapa banyak beras Bulog yang sudah diberikan kepada masyarakat. (jhonny simatupang)


