![]() |
| Bupati Taufik ZA Pimpin High Level Meeting TPID Asahan 2025. (foto/ist) |
Forum strategis tersebut menjadi wadah koordinasi tingkat pimpinan guna memperkuat sinergi lintas sektor dalam menjaga stabilitas harga, mengendalikan inflasi daerah, serta memastikan keberlanjutan pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Asahan.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Pematangsiantar, Ahmadi Rahman, dalam paparannya menegaskan bahwa pengendalian inflasi daerah perlu dilakukan secara komprehensif melalui penguatan stabilitas sistem keuangan, kelancaran distribusi barang, serta pemberdayaan ekonomi lokal.
Menurutnya, Kabupaten Asahan sebagai bagian dari ekosistem regional Sisi Batas Labuhan memiliki peran strategis dalam menjaga kelancaran arus pasokan dan stabilitas harga komoditas. Penguatan UMKM, perluasan digitalisasi transaksi, serta penguatan rantai pasok lokal dinilai penting sebagai penyangga ketahanan ekonomi daerah.
Sementara itu, Bupati Asahan Taufik Zainal Abidin Siregar menyampaikan bahwa dinamika perekonomian global dan nasional turut memberikan tekanan terhadap kondisi ekonomi daerah. Berdasarkan data terkini, Indeks Perkembangan Harga (IPH) Kabupaten Asahan mengalami kenaikan sebesar 4,53 persen dibandingkan November 2025.
Kenaikan IPH tersebut dipicu oleh sejumlah komoditas utama, seperti cabai merah, bawang merah, dan daging ayam ras, yang dipengaruhi oleh gangguan distribusi serta meningkatnya konsumsi masyarakat menjelang akhir tahun. Kondisi ini, kata Bupati, memerlukan respons kebijakan yang cepat dan terkoordinasi.
Bupati Asahan juga memaparkan capaian indikator pembangunan daerah berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Asahan. Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Asahan pada Triwulan III Tahun 2025 tercatat sebesar 4,51 persen (year on year) dibandingkan periode yang sama tahun 2024.
Kontribusi terbesar pertumbuhan ekonomi berasal dari sektor tersier, khususnya subsektor Penyediaan Makan dan Minum yang tumbuh 6,45 persen. Pertumbuhan ini sejalan dengan meluasnya cakupan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta meningkatnya aktivitas ekonomi masyarakat.
Selain itu, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Asahan Tahun 2025 tercatat mencapai 75,13, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 74,17, yang didorong oleh kenaikan pengeluaran per kapita dan penurunan tingkat kemiskinan.
Menutup High Level Meeting tersebut, Bupati Asahan menegaskan agar TPID Kabupaten Asahan terus memperkuat langkah strategis pengendalian inflasi melalui inspeksi pasar dan distributor, penguatan Kerja Sama Antar Daerah (KAD), serta optimalisasi peran perangkat daerah teknis.
Koordinasi yang intensif dengan Bank Indonesia, BPS, Bulog, serta seluruh anggota TPID dinilai menjadi kunci agar kebijakan pengendalian inflasi dapat berjalan efektif, tepat sasaran, dan berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat Kabupaten Asahan.(rahmadhika)


