Di Tengah Upaya AS Dorong Kesepakatan, 3 Warga Palestina Tewas Ditembak Israel

Sebarkan:
Tentara Israel beroperasi di lokasi yang disebut sebagai Tuffah, Gaza. 3 warga Palestina di Gaza tewas ditembak Israel di tengah upaya Amerika Serikat (AS) mendorong kesepakatan. (Foto: Reuters)
KAIRO – Ketegangan di Jalur Gaza kembali meningkat setelah serangan Israel menewaskan tiga warga Palestina dalam dua peristiwa terpisah, Minggu (25/1/2026). 

Selain itu, serangan menggunakan drone Israel di Kota Gaza dilaporkan melukai empat warga sipil, menurut keterangan otoritas kesehatan setempat.

Petugas medis menyebutkan bahwa dua korban tewas akibat tembakan pasukan Israel terjadi di wilayah timur lingkungan Tuffah, Gaza utara. Sementara itu, seorang pria berusia 41 tahun dilaporkan meninggal dunia setelah ditembak pasukan Israel di Khan Younis, wilayah selatan Jalur Gaza.

Dalam insiden terpisah sebelumnya, sebuah pesawat nirawak Israel dilaporkan meledak di atap sebuah bangunan bertingkat di Kota Gaza. Ledakan tersebut melukai empat warga sipil yang berada di jalan sekitar lokasi kejadian.

Hingga berita ini disampaikan, militer Israel belum memberikan pernyataan resmi terkait rangkaian insiden tersebut.

Di tengah situasi yang memanas, Amerika Serikat terus mendorong upaya diplomatik terkait Gaza. Utusan AS, Steve Witkoff, bersama Jared Kushner, melakukan pertemuan dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada Sabtu lalu. Fokus utama pembahasan disebutkan berkaitan dengan kondisi dan masa depan Gaza.

Witkoff menyampaikan bahwa pertemuan tersebut berlangsung dalam suasana positif dan produktif. Melalui unggahan di media sosial X, ia menyebut kedua pihak sepakat mengenai langkah-langkah lanjutan serta menegaskan pentingnya kerja sama berkelanjutan demi stabilitas kawasan.

Jalur Gaza sendiri telah mengalami kehancuran luas sejak pecahnya perang yang dipicu serangan kelompok Hamas ke wilayah selatan Israel pada 7 Oktober 2023. Serangan tersebut menewaskan sekitar 1.200 orang, menurut data pemerintah Israel.

Sementara itu, Kementerian Kesehatan Gaza melaporkan bahwa lebih dari 71.000 warga Palestina, mayoritas merupakan warga sipil, tewas akibat serangan Israel sejak konflik dimulai. Bahkan sejak kesepakatan gencatan senjata diberlakukan pada Oktober lalu, setidaknya 480 orang dilaporkan masih kehilangan nyawa akibat tembakan Israel.

Gencatan Senjata Dipertanyakan

Israel menyatakan bahwa empat tentaranya tewas akibat serangan kelompok bersenjata di Gaza sejak gencatan senjata berlaku. Kedua belah pihak saling menuding sebagai pihak yang melanggar kesepakatan tersebut.

Awal bulan ini, pemerintah Amerika Serikat menyebut proses perdamaian telah memasuki fase kedua. Dalam tahap ini, Israel diharapkan menarik pasukan lebih jauh dari wilayah Gaza, sementara Hamas diminta menyerahkan kendali administrasi wilayah tersebut.

Di Khan Younis, suasana duka menyelimuti pemakaman seorang warga yang tewas akibat serangan drone Israel pada Sabtu. Lebih dari 100 orang menghadiri prosesi pemakaman yang didahului dengan doa di depan jenazah yang dibungkus kain putih di kamar jenazah Rumah Sakit Nasser. 

“Kami dibohongi, tidak ada gencatan senjata,” ujar Fares Erheimat, salah satu kerabat korban, dengan nada emosional saat prosesi pemakaman berlangsung.(mm/net)

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini

 
Desain: indotema.com