![]() |
| Iran secara resmi mengumumkan wafatnya Pemimpin Tertinggi Ayatollah Seyed Ali Khamenei, dalam serangan besar-besaran Amerika Serikat (AS) dan Israel pada Sabtu (1/3/2026) pagi hingga malam. (Foto: Tasnim) |
"Iran pada Minggu mengumumkan bahwa Pemimpin Revolusi Islam Ayatollah Seyed Ali Khamenei gugur dalam serangan pada Sabtu yang dilakukan oleh pasukan AS-Israel yang disebutnya sebagai kriminal," tulis media pemerintah Iran, Tasnim, Minggu (1/3/2026).
Dilansir The Jerusalem Post, Angkatan Udara Israel telah melancarkan serangan udara terbesar sepanjang sejarah militernya dengan mengerahkan lebih dari 200 pesawat tempur untuk menghantam 500 target strategis di Iran pada Sabtu malam.
AS dan Israel sebelumnya mengklaim telah menewaskan Khamenei dalam serangan udara di Teheran tersebut. Jasad Khamenei ditemukan di bawah reruntuhan akibat serangan udara Israel.
Dokumentasi jasad Khamenei dilaporkan telah diperlihatkan kepada Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu. Presiden AS Donald Trump, dalam unggahan di media sosial, juga meyakini Khamenei tewas pada Sabtu.
Serangan Israel ke Teheran juga menewaskan sejumlah pejabat senior Iran lainnya. Iran International melaporkan bahwa serangan tersebut jua menewaskan empat komandan senior intelijen Iran, yakni Javad Pourhossein (kepala unit intelijen luar negeri), Mohammad-Reza Bajestani (kepala unit keamanan), Ali Kheirandish (kepala unit kontra-terorisme), dan Saeed Ehya Hamidi (penasihat perang melawan Israel).
Seorang anggota Dewan Kota Teheran mengatakan bahwa menantu laki-laki dan menantu perempuan Khamenei turut tewas dalam serangan tersebut. Dalam unggahan di X/Twitter, Putra Mahkota Iran di pengasingan, Reza Pahlavi, turut merayakan kematian Khamenei.
“Rakyat Iran yang terhormat dan pemberani, meski ini mungkin menandai awal perayaan nasional besar kita, ini bukanlah akhir perjalanan. Tetap waspada dan bersiaplah," katanya.
Khamenei telah memimpin Republik Islam Iran sejak 1989, setelah sebelumnya menjabat sebagai presiden di bawah rezim Ruhollah Khomeini dari 1981 hingga diangkat menjadi pemimpin tertinggi. Ia berusia 86 tahun.
Khamenei telah menjadi target beberapa upaya pembunuhan sejak Revolusi Islam 1979. Yang paling menonjol terjadi pada 27 Juni 1981, ketika sebuah bom meledak saat ia berpidato di sebuah masjid di Teheran, menyebabkan ia terluka parah dan membuat lengan kanannya lumpuh permanen.
Ia lahir di Mashhad, Iran timur laut, pada April 1939, lalu menetap di Qom pada 1958, tempat ia mulai mengikuti pelajaran dari Ruhollah Khomeini, yang kemudian menjadi pemimpin Revolusi Islam dan pemimpin tertinggi pertama Iran.
Khamenei memiliki enam anak. Salah satunya, Mojtaba, dalam beberapa tahun terakhir disebut-sebut sebagai calon penerusnya sebagai pemimpin tertinggi.(mm/net)


