![]() |
| Bupati Simalungun H. Anton Achmad (dua dari kiri) Saragih menghadiri Forum Akselerator Negeri yang digelar Kemendagri di Hydham Opi Hotel Palembang. (foto/ist) |
Forum Akselerator Negeri tersebut diikuti kepala daerah se-Sumatera, mulai dari gubernur, bupati, hingga wali kota. Kegiatan ini menjadi wadah strategis untuk membahas berbagai tantangan pembangunan sekaligus merumuskan solusi konkret guna mendorong kemajuan daerah secara berkelanjutan.
Sejumlah isu krusial menjadi fokus pembahasan, di antaranya pengendalian inflasi, penurunan angka pengangguran, penanganan kemiskinan dan stunting, serta penguatan skema pembiayaan pembangunan yang inovatif dan berkelanjutan.
Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya Sugiarto, yang hadir sebagai pembicara utama, menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam mewujudkan visi pembangunan nasional.
“Keselarasan kebijakan pusat dan daerah menjadi kunci utama agar program pembangunan dapat berjalan cepat, tepat sasaran, dan berdampak nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Menurut Bima Arya, tantangan kepemimpinan daerah saat ini semakin kompleks, seiring dinamika pembangunan dan perubahan kebijakan sejak diberlakukannya pemilihan kepala daerah langsung pada 2005.
“Setiap periode memiliki tantangan tersendiri. Bahkan saat pandemi, banyak program pembangunan terhambat. Namun, kepala daerah harus tetap adaptif dan inovatif,” katanya.
Dalam forum tersebut, Bupati Simalungun Anton Achmad Saragih hadir didampingi Sekretaris Daerah Mixnon Andreas Simamora, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah Simson Sauttua Tambunan, serta Kepala Dinas Ketenagakerjaan Riando Parlindungan Purba. Kehadiran jajaran ini menunjukkan komitmen Pemerintah Kabupaten Simalungun dalam menyelaraskan kebijakan daerah dengan program nasional.
Selain itu, Kemendagri juga menyoroti pentingnya percepatan pembangunan infrastruktur yang terintegrasi dengan proyek strategis nasional, serta penguatan regulasi guna memberikan ruang gerak lebih luas bagi daerah dalam meningkatkan pendapatan asli daerah.
Program prioritas nasional seperti Makan Bergizi Gratis juga menjadi perhatian. Kepala daerah diminta berperan aktif dalam mendukung implementasi program, termasuk memastikan kelancaran rantai pasok di wilayah masing-masing.
Palembang dipilih sebagai lokasi kegiatan karena dinilai strategis sebagai titik awal penyusunan strategi pembangunan kawasan Sumatera yang disesuaikan dengan karakteristik daerah.
Forum ini merupakan bagian dari rangkaian Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026, yang memberikan penghargaan kepada daerah dengan kinerja terbaik di berbagai sektor pembangunan.(tan)


