![]() |
| Kantor PDAM Tirta Tanjung Limapuluh, Batu Bara. (foto:mm/zein) |
Kepala Unit PAM Limapuluh, M. Rizki, menjelaskan bahwa terhentinya distribusi air disebabkan oleh pemutusan aliran listrik oleh pihak PLN akibat tunggakan pembayaran. “Aliran air berhenti karena listrik diputus, dengan tunggakan sekitar Rp12 juta,” ujarnya saat dikonfirmasi, Sabtu (25/4).
Rizki mengungkapkan, pendapatan dari pelanggan yang berjumlah sekitar 168 kepala keluarga hanya mencapai Rp13 juta per bulan. Namun, sebagian besar dana tersebut terserap untuk biaya operasional, termasuk gaji tiga petugas lapangan yang mencapai sekitar Rp7 juta, serta biaya perbaikan jaringan.
Selain persoalan listrik, kondisi infrastruktur juga menjadi kendala. Banyak pipa instalasi yang sudah tua, bocor, bahkan pecah, sehingga distribusi air ke rumah warga tidak optimal.
“Kami juga akan melakukan pengecekan terhadap sambungan ke rumah yang sudah tidak lagi menjadi pelanggan, namun airnya masih mengalir,” tambahnya.
Keluhan tersebut, lanjut Rizki, telah disampaikan kepada manajemen PAM Tirta Tanjung untuk segera ditindaklanjuti.
Sementara itu, warga berharap permasalahan ini dapat segera diselesaikan. Mereka menilai air bersih merupakan kebutuhan utama yang tidak bisa ditunda.
“Kami sangat membutuhkan air untuk aktivitas sehari-hari. Semoga segera diperbaiki agar pelayanan kembali normal,” ujar salah seorang warga.
Masyarakat juga meminta adanya perbaikan menyeluruh terhadap sistem distribusi agar ke depan pelayanan air bersih lebih optimal dan tidak kembali mengalami gangguan serupa. (zein)


