![]() |
| Wakil Wali Kota Pematangsiantar, Herlina berfoto bersama usai melakukan tepung tawar haji di rumah dinas Wali Kota, Senin (20/4/2026). (foto:mm/ist) |
Wali Kota Pematangsiantar Wesly Silalahi,SH, MKhn, yang diwakili Wakil Wali Kota Herlina menyampaikan bahwa prosesi tepung tawar merupakan tradisi adat yang sarat makna doa, syukur, dan restu bagi jemaah yang akan menunaikan ibadah haji.
“Tepung tawar adalah adat warisan leluhur yang mengandung doa keselamatan. Pergi haji bukan sekadar perjalanan biasa, tetapi undangan istimewa dari Allah SWT,” ujar Herlina.
Ia mengingatkan para jemaah untuk meluruskan niat, menjaga sikap, serta meninggalkan kesombongan selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.
![]() |
| Wakil Wali Kota Pematangsiantar, Herlina dalam rangkaian tepung tawar calon haji. (foto/ist) |
“Ibadah haji adalah perjalanan fisik dan mental. Jaga kesehatan, perbanyak minum air, jangan memaksakan diri, serta jaga kekompakan dan saling membantu antarjemaah,” pesannya.
Selain itu, Herlina juga menitipkan doa kepada para jemaah agar turut mendoakan Kota Pematangsiantar menjadi daerah yang semakin maju, sehat, dan sejahtera.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Haji Pematangsiantar, H Luhut MA, memastikan seluruh persiapan pemberangkatan jemaah telah rampung.
“Persiapan keberangkatan Insya Allah sudah 100 persen. Kita berharap seluruh jemaah berangkat dan kembali dalam keadaan lengkap, 110 berangkat dan 110 pula kembali,” katanya.
Ia juga menambahkan, para pendamping dan petugas haji yang turut serta merupakan warga Kota Pematangsiantar.
Kegiatan tepung tawar tersebut turut dihadiri unsur Forkopimda, di antaranya Kapolres Pematangsiantar, perwakilan TNI, tokoh agama, pimpinan organisasi Islam, perbankan, serta jajaran organisasi perangkat daerah dan camat se-Kota Pematangsiantar.
Prosesi ini menjadi bentuk doa bersama agar seluruh jemaah diberikan kesehatan, kelancaran, serta keselamatan selama menjalankan ibadah haji hingga kembali ke tanah air. (advertorial kominfo)



