![]() |
| Wakil Bupati Toba, Audi Murphy O. Sitorus, meninjau langsung proses pencarian korban tenggelam di kawasan Air Terjun Situmurun. (foto/ist) |
Dalam kunjungan tersebut, Wabup didampingi Staf Ahli TP PKK Kabupaten Toba, Riama Murphy Sitorus. Setibanya di lokasi, ia langsung berkoordinasi dengan tim gabungan yang terdiri dari Basarnas, BPBD, serta tim penyelam dari PT Regal Spring Indonesia.
Berdasarkan keterangan tim Basarnas, pencarian korban terkendala kondisi alam. Kedalaman palung Danau Toba di sekitar lokasi mencapai hingga 150 meter, yang berada di luar batas kemampuan penyelaman manusia.
“Lakukan segala upaya semaksimal mungkin dan terus berkoordinasi dengan semua pihak yang bisa membantu,” tegas Wabup kepada Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Toba, Sikkat Sitompul.
Ia juga meminta seluruh tim, termasuk Basarnas dan penyelam dari PT Regal Spring Indonesia, tetap menjalankan proses pencarian sesuai standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku.
Selain memastikan proses pencarian berjalan optimal, Wabup Toba turut memberikan dukungan moril kepada keluarga korban. Kepada ibu korban, Nuraini Simbolon, ia menyampaikan belasungkawa mendalam serta memastikan pemerintah daerah akan terus berupaya maksimal. “Kami akan berusaha semaksimal mungkin. Semoga Tuhan merestui setiap upaya yang kita lakukan,” ujar Wabup dengan haru.
Keluarga korban pun menyampaikan apresiasi atas perhatian dan upaya yang dilakukan pemerintah serta tim pencari. “Kami sangat berterima kasih. Kami tidak merasa sendiri, kami merasa dirangkul,” ungkap ibu korban sambil menahan tangis.
Diketahui, korban bernama Christopher Rustam, seorang frater dari Keuskupan Pangkal Pinang yang tengah menempuh pendidikan filsafat di UNIKA Santo Thomas Medan. Korban dilaporkan tenggelam di perairan Danau Toba, tepatnya di Air Terjun Situmurun, pada Sabtu (11/4/2026). (paber simanjuntak)


