![]() |
| Kondisi saluran irigasi sawah Kampung Paya Meta, Kecamatan Karang Baru, Aceh Tamiang usai dilakukan normalisasi PT Pertamina EP Rantau Field bersama warga sekitar. Dok. Pertamina |
Namun, sedimentasi yang menumpuk selama bertahun-tahun membuat aliran air ke persawahan warga tidak lagi optimal. Kekhawatiran gagal panen pun membayangi para petani, terutama ketika kebutuhan air menjadi faktor penting dalam menentukan hasil produksi sawah.
Kondisi itu perlahan mulai berubah setelah PT Pertamina EP Rantau Field bersama masyarakat Kampung Paya Meta melakukan normalisasi saluran irigasi sawah, Kamis (28/5). Dengan dukungan satu unit excavator, saluran air yang mengalami pendangkalan kembali dibersihkan agar dapat berfungsi lebih baik.
Bagi masyarakat, kegiatan tersebut bukan hanya tentang pengerukan tanah, melainkan tentang menghidupkan kembali harapan petani.
Datok (kepala desa) Paya Meta, Sugianto, mengapresiasi kepedulian Pertamina EP Rantau Field yang membantu memperbaiki saluran irigasi yang menjadi urat nadi pertanian masyarakat.
“Kami sangat berterima kasih adanya normalisasi irigasi yang mengaliri persawahan warga. Selama ini sawah menjadi sumber penghasilan masyarakat, sehingga kegiatan ini sangat bermanfaat,” ujar Sugianto.
Menurutnya, sebagian besar masyarakat Kampung Paya Meta menggantungkan kehidupan dari sektor pertanian. Karena itu, kondisi saluran irigasi menjadi hal penting untuk menjaga produktivitas sawah dan mencegah risiko gagal panen.
Ia menjelaskan, keterbatasan pemerintah dalam melakukan perawatan seluruh infrastruktur pertanian membuat dukungan dari berbagai pihak menjadi sangat berarti bagi masyarakat.
“Normalisasi seperti ini sangat dibutuhkan karena saluran sudah mengalami pengendapan. Dengan kondisi yang lebih baik, distribusi air ke sawah masyarakat dapat kembali berjalan optimal,” katanya.
Tidak hanya menjadi penerima manfaat, masyarakat juga terlibat langsung dalam proses pengerjaan. Warga ikut bergotong royong membantu tim perusahaan sejak penentuan titik pengerukan hingga pelaksanaan normalisasi di lapangan.
Field Manager Pertamina EP Rantau Field, Tomi Wahyu Alimsyah, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk hadir dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di sekitar wilayah operasi.
“Kami ingin masyarakat merasakan kehadiran Pertamina EP Rantau Field. Kami merupakan mitra yang siap hadir bersama masyarakat, terutama dalam situasi yang membutuhkan dukungan,” ujarnya.
Menurut Tomi, normalisasi saluran irigasi tidak hanya bertujuan memperbaiki infrastruktur pertanian, tetapi juga memperkuat hubungan perusahaan dengan masyarakat serta mendukung keberlanjutan ekonomi warga.
“Kami berharap kegiatan ini memberikan dampak positif yang berkelanjutan, baik bagi lingkungan maupun kehidupan sosial ekonomi masyarakat sekitar,” katanya.
Melalui kolaborasi antara perusahaan dan masyarakat, saluran irigasi yang kembali berfungsi menjadi simbol kerja bersama dalam menjaga ketahanan pangan. Bagi petani Paya Meta, aliran air yang kembali lancar berarti peluang untuk menjaga sawah tetap produktif dan mempertahankan sumber penghidupan mereka. (kbt)


