![]() |
| Jasad ABS yang akan dibawa ke RSUD Tarutung setelah ditemukan oleh tim pencarian, (foto/mm: Abednego Manalu) |
Korban sebelumnya dilaporkan hanyut saat memancing bersama rekannya di sekitar kawasan Batu Hopit pada Minggu (24/05/2026).
Relawan pencarian sekaligus anggota Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI) Kabupaten Tapanuli Utara, Fransjun Saut Manalu, menjelaskan bahwa jasad korban ditemukan sekitar lima kilometer dari Desa Hutapea Banuarea dan diperkirakan sekitar 500 meter dari kawasan Batu Hopit.
“Korban ditemukan sekitar lima kilometer dari desa dan kurang lebih 500 meter dari kawasan Batu Hopit,” ujar Fransjun saat diwawancarai Medanmerdeka.com.
Ia juga menjelaskan bahwa keterlibatan tim FAJI dalam proses pencarian dikarenakan medan Sungai Aek Batang Toru memiliki arus yang cukup deras dan menantang, sehingga membutuhkan kemampuan khusus dalam pengendalian arung jeram.
“Tim SAR belum sepenuhnya menguasai medan arus sungai di lokasi tersebut. Karena itu, FAJI turut mengambil peran dalam proses pencarian dan pengendalian arung jeram selama evakuasi berlangsung,” jelasnya.
Setelah ditemukan, jasad ABS langsung dievakuasi oleh tim gabungan dan dibawa ke RSUD Tarutung untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.
Suasana haru pecah saat keluarga korban tiba di rumah sakit dan melihat jasad korban. Tangis keluarga tidak terbendung menyambut kepulangan ABS yang ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa. “Kami berencana akan langsung memakamkan korban hari ini juga,” ujar B. Sihombing, salah satu pihak keluarga korban.
Dalam proses pencarian tersebut, unsur yang terlibat antara lain tim SAR, kepolisian, TNI, Forkopimca, FAJI, serta masyarakat sekitar yang turut membantu sejak hari pertama pencarian dilakukan. (Abednego Manalu)


