Pemkab Sergai Gandeng BRIN Bahas Kerentanan Pesisir dan Pemulihan Terumbu Karang

Sebarkan:
Focus Group Discussion (FGD) yang dikoordinir Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) terkait isu strategis wilayah pesisir Kabupaten Sergai di Aula Bapperida Sergai, Sei Rampah. (foto/ist)
SERDANG BEDAGAI – Pemerintah Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) menggelar pra survei dan Focus Group Discussion (FGD) terkait riset kerentanan wilayah pesisir serta pemulihan ekosistem terumbu karang di Sergai.

Kegiatan pra survei dilaksanakan di sejumlah kawasan pesisir Sergai pada Senin (22/5/2026). Selanjutnya, Focus Group Discussion (FGD) digelar di Aula Bapperida Kabupaten Serdang Bedagai, Sei Rampah, Selasa (23/5/2026).

FGD melibatkan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama sejumlah unsur perangkat daerah, kecamatan, desa, Badan Pusat Statistik (BPS), hingga Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Serdang Bedagai.

Dalam kegiatan itu, hadir delapan peneliti BRIN dari berbagai bidang keilmuan yang dipimpin Koordinator Tim Peneliti Koko Ondara, Amd.Kom, S.Si., M.T dari Pusat Riset Oseanologi serta Dr. Rijanto Hutasoit, M.Sc dari Pusat Riset Peternakan.

Ketua HNSI Sergai Muhammad Holiludin mengatakan forum tersebut membahas berbagai isu strategis wilayah pesisir yang saat ini menjadi perhatian bersama, mulai dari abrasi pantai, ancaman banjir rob, degradasi ekosistem pesisir, hingga pentingnya penyusunan sistem mitigasi berbasis data ilmiah dan spasial.

Dalam pembahasan, metode Coastal Vulnerability Index (CVI) atau indeks kerentanan pesisir direncanakan menjadi salah satu instrumen utama dalam memetakan tingkat kerentanan kawasan pesisir secara detail. Langkah tersebut dinilai penting guna mendukung perencanaan pembangunan daerah yang lebih terarah dan adaptif terhadap perubahan iklim.

Selain itu, forum juga membahas rencana pemulihan ekosistem terumbu karang melalui pendekatan konservasi berbasis masyarakat, rehabilitasi lingkungan pesisir, serta pengembangan ekonomi biru dan wisata bahari berkelanjutan.

Kepala Bapperida Sergai, Romian Parulian Siagian, menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor dalam mewujudkan tata kelola pesisir yang tangguh dan berkelanjutan di Kabupaten Serdang Bedagai.

“Kolaborasi antara pemerintah daerah, peneliti, dan masyarakat sangat penting agar pengelolaan wilayah pesisir dapat berjalan optimal berbasis data dan kebutuhan riil di lapangan,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, Pemkab Sergai berharap hasil riset dan kajian yang dilakukan dapat menjadi dasar penyusunan kebijakan pembangunan pesisir yang berkelanjutan sekaligus mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat nelayan di wilayah pesisir Kabupaten Serdang Bedagai.(rasum)

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini

 
Desain: indotema.com