![]() |
| Komandan Lanal TBA, Letkol Laut (P) Agung Dwi H.D., M.Tr.Opsla., CTMP, dalam konferensi pers. (foto/ist) |
Operasi gabungan tersebut melibatkan Fleet Quick Response Team (FQRT) Lanal Tanjung Balai Asahan (TBA), Denintel Koarmada I, Satgas Operasi Intelijen Maritim Koarmada I, serta Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya C Kuala Tanjung.
Keberhasilan pengungkapan kasus bermula dari informasi intelijen mengenai adanya kapal yang diduga membawa muatan ballpress dari Malaysia menuju wilayah perairan Batu Bara. Menindaklanjuti informasi tersebut, tim gabungan segera melakukan patroli dan penyekatan menggunakan Patkamla RBB-09 Posal Tanjung Tiram di lokasi yang dicurigai.
Saat patroli berlangsung, petugas menemukan sebuah kapal mencurigakan, KM Karimah GT 34, dalam kondisi kandas di Perairan Pantai Prupuk, Kabupaten Batu Bara.
Komandan Lanal TBA, Letkol Laut (P) Agung Dwi H.D., M.Tr.Opsla., CTMP, dalam konferensi pers menjelaskan bahwa hasil pemeriksaan terhadap kapal tersebut menemukan sekitar 400 ballpress yang tersimpan di dalam palka kapal.
“Tim gabungan menemukan KM Karimah dalam keadaan kandas. Setelah dilakukan pemeriksaan, ditemukan sekitar 400 ballpress di dalam kapal,” ujarnya.
Namun demikian, nahkoda maupun seluruh anak buah kapal (ABK) tidak berada di lokasi saat pemeriksaan dilakukan. Hingga kini, petugas masih melakukan pencarian dan penyelidikan untuk mengungkap pihak yang bertanggung jawab atas muatan tersebut.
Menurut Danlanal, operasi penindakan ini merupakan bagian dari komitmen aparat dalam menjaga keamanan perairan nasional sekaligus menekan berbagai bentuk tindak pidana lintas negara, termasuk penyelundupan barang ilegal melalui jalur laut.
Ia menegaskan bahwa langkah tersebut sejalan dengan implementasi program prioritas pemerintah yang ditindaklanjuti melalui arahan Kepala Staf TNI Angkatan Laut, Laksamana TNI Muhammad Ali, untuk memperkuat pengawasan wilayah maritim dan memberantas aktivitas ilegal di laut Indonesia.
Saat ini, KM Karimah GT 34 beserta barang bukti berupa sekitar 400 ballpress telah diamankan di Dermaga Panton Bagan Asahan guna menjalani proses pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.(zein)


