![]() |
| Sejumlah rumah di Serbelawan, Simalungun, terendam banjir. (foto/ist) |
Air yang naik dengan cepat mengakibatkan puluhan rumah warga terendam hingga sekitar tiga meter. Enam warga yang tidak sempat menyelamatkan diri terpaksa bertahan di atas atap rumah sambil menunggu pertolongan.
Mendapat laporan kejadian, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Simalungun, Budiman Silalahi, bersama personel langsung turun ke lokasi dan membentuk tim gabungan untuk melakukan evakuasi.
Tim yang terdiri dari BPBD, TNI Koramil Serbelawan, Polri Polsek Serbelawan, pemerintah kecamatan, serta warga setempat menggunakan perahu karet untuk mengevakuasi para korban.
Setelah bertahan lebih dari dua jam di atap rumah, keenam warga akhirnya berhasil diselamatkan dalam kondisi selamat dan dibawa ke lokasi aman.
“Enam warga yang sempat terjebak di atas atap rumah berhasil dievakuasi dengan selamat. Fokus kami adalah keselamatan masyarakat dan penanganan darurat di lokasi terdampak,” ujar Budiman.
Banjir tersebut juga merendam sejumlah fasilitas umum, di antaranya satu masjid, satu musala, serta dua sekolah yakni Sekolah Jamiatul Wasliyah dan SD Muhammadiyah Bandar Selamat.
BPBD Simalungun telah mendirikan tenda siaga dan menyiagakan personel serta armada untuk membantu proses evakuasi dan penanganan warga terdampak. Pemkab Simalungun juga berkoordinasi dengan Dinas Sosial untuk menyalurkan bantuan logistik.
Camat Dolok Batu Nanggar, Siti Aminah Siregar, mengatakan banjir terjadi secara tiba-tiba setelah debit Sungai Sikkam meningkat akibat hujan deras dan kiriman air dari wilayah Tapian Dolok, termasuk kawasan Perkebunan Bridgestone.
“Sekitar pukul 22.30 WIB air mulai naik, kemudian pukul 23.00 WIB sudah merendam puluhan rumah warga di Pasar Bawah Serbelawan,” katanya.
Selain merendam permukiman, arus banjir juga menghanyutkan empat unit sepeda motor. Dua unit telah ditemukan, sementara dua lainnya masih dalam pencarian.
Pemerintah daerah mengimbau masyarakat, khususnya warga yang tinggal di kawasan bantaran sungai dan daerah rawan banjir, agar tetap meningkatkan kewaspadaan mengingat potensi hujan deras masih dapat terjadi.(tan)


