![]() |
| Bupati Taufik Kenalkan Kekayaan 14 Etnis Asahan di Panggung PRSU ke-50. (foto/ist) |
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Pemkab Asahan memperkenalkan kekayaan seni, budaya, serta potensi ekonomi kreatif kepada masyarakat Sumatera Utara melalui ajang promosi daerah yang digelar setiap tahun.
Hadir pada kegiatan itu Kepala Bidang Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif Provinsi Sumatera Utara Silvia Rosita Armayanti Lubis, Bupati Asahan Taufik Zainal Abidin, Wakil Bupati Asahan, Sekretaris Daerah Kabupaten Asahan, para asisten, staf ahli bupati, pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), Ketua TP PKK Kabupaten Asahan beserta jajaran, Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Asahan, serta para pengunjung PRSU.
Plt Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Asahan, Musa Al Bakri, selaku panitia menyampaikan bahwa PRSU merupakan agenda strategis yang menjadi wadah untuk menampilkan capaian pembangunan daerah, potensi industri, dunia usaha, serta keragaman budaya kepada masyarakat.
Menurutnya, PRSU tidak hanya menjadi ajang pameran dan promosi ekonomi, tetapi juga menjadi etalase yang memperkenalkan potensi unggulan dari seluruh kabupaten dan kota di Sumatera Utara.
"Melalui kegiatan ini masyarakat dapat lebih mengenal keberagaman budaya yang dimiliki setiap daerah. Khusus malam ini, seluruh pertunjukan seni yang ditampilkan merupakan hasil kreativitas para pelajar mulai dari jenjang SD, SMP hingga SMA negeri dan swasta di Kabupaten Asahan," ujarnya.
Sementara itu, Bupati Asahan Taufik Zainal Abidin menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang hadir menyaksikan penampilan seni budaya dan produk UMKM Kabupaten Asahan di PRSU ke-50.
Ia berharap penampilan yang disuguhkan tidak hanya menjadi hiburan bagi pengunjung, tetapi juga mampu memperkenalkan kekayaan seni, budaya, serta produk unggulan UMKM Kabupaten Asahan kepada masyarakat Sumatera Utara.
"Semoga penampilan seni budaya dan produk UMKM yang kami tampilkan malam ini dapat menghibur sekaligus memperkenalkan potensi yang dimiliki Kabupaten Asahan kepada masyarakat Sumatera Utara," kata Taufik.
Pada kesempatan tersebut, Taufik juga memperkenalkan Pekan Seni Budaya Daerah (PSBD) Kabupaten Asahan, yang diselenggarakan setiap dua tahun sekali sebagai upaya melestarikan keberagaman budaya di daerah itu.
Menurutnya, PSBD menjadi salah satu agenda kebanggaan Kabupaten Asahan karena menampilkan kesenian dari 14 etnis yang hidup berdampingan di wilayah tersebut.
"Melalui PSBD, seluruh seni dan budaya dari 14 etnis di Kabupaten Asahan ditampilkan sebagai bentuk pelestarian budaya sekaligus menjadi salah satu daya tarik wisata unggulan Kabupaten Asahan," ujarnya.
Melalui partisipasi dalam PRSU ke-50, Pemkab Asahan berharap promosi seni budaya dan produk UMKM dapat semakin meningkatkan daya saing daerah, memperluas pasar bagi pelaku usaha lokal, sekaligus mendorong sektor pariwisata berbasis budaya di Kabupaten Asahan.(rahmadhika)


