MEDAN - Salah satu alat musik yang sempat populer di era 80-an adalah Gitar Sipoholon. Kini produk gitar Sipoholon itu sudah dipasarkan secara Nasional.
Hal itu disampaikan penjaga paviliun Pemkab Tapanuli Utara, Raiza Purba (24) warga Tarutung, Jumat (17/7/2026) di paviliun Pemkab Taput.
Sipoholon merupakan satu kecamatan di Tapanuli Utara sebelum Kota Tarutung. Dulunya gitar produk Sipoholon ini cukup terkenal sekira tahun 80 an. Tidak kalah mutunya dibanding produk-produk daerah lain maupun luar negeri.
Raiza Purba menjelaskan, harga jual gitar Sipoholon ini bervariasi dari Rp1,2 juta hingga Rp1,5 juta atau lebih. Bahkan sudah ada gitar listriknya, jelas Raiza.
Menurut Raiza, gitar Sipolon yang ditampilkan di Paviliun Pemkab Taput di arena Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) ke 50 merupakan hasil karya Petrus Hutagalung, putra Sipoholon, Taput.
"Produk gitar Sipoholon yang tampilkan di arena PRSU ke50 ini, asli buatan tangan Petrus Hutagalung. Dan ada mereknya melekat di gitar," ujar Raiza yang merupakan penjaga Paviliun Pemkab Taput Dinas Koperasi dan UMKM ini.
"Kalau produk gitar Sipoholon ini tidak kalah kualitas dan mutu dari produk daerah lain. Bahkan produk luar negeri," terang Raiza.
Dijelaskan Raiza, Petrus Hutagalung bisa membuat gitar Sipoholon ini 2 unit perminggunya.
Desain gitar Sipoholon ini, cukup bagus dan sudah banyak diminati para pemain musik daerah maupun nasional.
"Produk gitar Sipoholon ini, sudah dipasarkan secara nasional," kata Raiza yang dipercayakan Pemkab Taput di arena PRSU ke-50 ini.(Rel/MSC)


