![]() |
| Alumni Fakultas Pertanian UISU, M. Taufik Batubara. (foto/ist) |
Harapan tersebut disampaikan M. Taufik Batubara, alumni Fakultas Pertanian UISU angkatan 1981. Menurutnya, musyawarah merupakan momentum strategis untuk memperkuat peran organisasi alumni melalui penyusunan program kerja yang berkelanjutan.
Ia menilai IKA FP UISU perlu mengoptimalkan berbagai aset yang telah dimiliki, termasuk pemanfaatan kantor sekretariat dan koperasi alumni yang berada di Kampus Johor.
"Selain memilih ketua, Musyawarah II IKA FP UISU juga harus melahirkan program pengembangan alumni, seperti pemanfaatan kantor sekretariat dan koperasi alumni yang sudah tersedia di Kampus Johor," ujar Taufik.
Dalam kesempatan itu, Taufik juga mengusulkan agar panitia mempertimbangkan batas usia sebagai salah satu persyaratan bagi calon Ketua IKA FP UISU. Menurutnya, regenerasi kepemimpinan penting untuk mendorong hadirnya gagasan baru dan meningkatkan dinamika organisasi.
"Kami, alumni FP UISU angkatan 1981, mengusulkan agar usia calon ketua tidak terlalu jauh di atas 60 tahun. Kami berharap yang maju adalah alumni yang lebih muda, memiliki dedikasi, semangat, serta program yang jelas untuk memajukan organisasi," katanya.
Selain itu, Taufik mengingatkan pentingnya komitmen kepengurusan dalam menjalankan program kerja setelah proses pemilihan selesai. Menurutnya, sejumlah organisasi alumni kerap mengalami penurunan aktivitas usai pergantian kepengurusan.
"Jangan sampai setelah ketua dan pengurus terpilih, organisasi justru menjadi vakum. Yang dibutuhkan bukan sekadar rapat, tetapi program yang dijalankan secara konsisten dan memberi manfaat bagi alumni," ujarnya.
Ia berharap Musyawarah II IKA FP UISU 2026 mampu melahirkan kepengurusan yang aktif, profesional, dan berorientasi pada program kerja yang berkelanjutan. Menurutnya, regenerasi kepemimpinan yang dibarengi komitmen menjalankan program menjadi kunci agar organisasi alumni tetap berkembang dan memberikan kontribusi nyata bagi seluruh alumni Fakultas Pertanian UISU.(tan/rel)


