![]() |
| Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Jean Calvin Simanjuntak. (foto/ist) |
Akibatnya, enam orang dilaporkan menjadi korban, di mana empat di antaranya hingga kini masih terjebak di dalam reruntuhan.
Menurut kesaksian sejumlah warga di sekitar lokasi, sebelum bangunan ambruk rata dengan tanah, sempat terdengar suara ledakan yang sangat keras dari dalam rumah. Ledakan tersebut diduga berasal dari jaringan pipa gas tanam milik PGN.
Peristiwa ini terjadi saat sejumlah pekerja bangunan sedang melakukan renovasi pada rumah mewah tersebut. Selain menghancurkan seluruh struktur bangunan, dahsyatnya getaran dan material ledakan juga merusak fasilitas di sekitarnya serta sejumlah kendaraan yang terparkir dekat lokasi kejadian.
Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Jean Calvin Simanjuntak, mengonfirmasi bahwa seluruh korban merupakan satu keluarga pemilik rumah beserta para Asisten Rumah Tangga (ART).
"Dua korban yang merupakan cucu dan ayah sudah berhasil dievakuasi dan saat ini langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan medis," kata Kombes Pol Jean Calvin Simanjuntak di lokasi kejadian.
Hingga berita ini diturunkan, tim gabungan masih terus berjibaku melakukan proses pencarian di balik puing-puing bangunan. Pasalnya, masih ada empat orang korban yang terjebak di dalam reruntuhan rumah.
"Sementara diduga masih ada empat orang korban yang sampai saat ini terjebak di dalam rumah. Untuk empat orang korban ini, kita doakan saja yang terbaik, dan kami dari pihak kepolisian bersama tim terkait masih terus mengupayakan evakuasi maksimal," tegas Calvin.
Guna menjaga keamanan dan kelancaran proses penyelamatan, pihak kepolisian telah memasang garis polisi (police line) di sekitar Tempat Kejadian Perkara (TKP).
Warga dan pihak yang tidak berkepentingan dilarang keras mendekati area runtuhan demi mengantisipasi adanya runtuhan susulan atau bahaya lainnya. Pihak kepolisian juga masih terus melakukan identifikasi mendalam terkait penyebab pasti ledakan.(rasid)


