![]() |
| Kondisi jalan Desa Mangkai Lama, Kecamatan Lima Puluh, masih tanah dan hujan berlumpur. (foto/ist) |
Padahal, menurut warga, jalan tersebut telah puluhan tahun menjadi akses utama aktivitas masyarakat dan merupakan akses vital bagi warga.
Salah seorang warga, Bejo (65), mengatakan sejak wilayah tersebut masih berada di bawah administrasi Kabupaten Asahan hingga Kabupaten Batu Bara dimekarkan pada 2007, kondisi jalan di dusunnya belum mengalami perubahan yang signifikan.
"Kami merasa pembangunan di dusun ini tertinggal dibandingkan wilayah lain. Padahal jumlah penduduk di Dusun 9 dan Dusun 10 mencapai sekitar 600 jiwa," ujar Bejo kepada MedanMerdeka.com, Senin (2072026).
Menurutnya, setiap hari warga menggunakan jalan tersebut untuk mengantar anak ke sekolah, bekerja, serta memenuhi kebutuhan sehari-hari. Namun, saat musim hujan, jalan yang masih berupa tanah merah berubah menjadi berlumpur sehingga menyulitkan mobilitas masyarakat.
Ironisnya, lokasi jalan tersebut berada tidak jauh dari Kelurahan Limapuluh Kota yang menjadi pusat aktivitas ekonomi warga sekaligus ibu kota Kabupaten Batu Bara.
Masyarakat berharap pemerintah segera merealisasikan pembangunan infrastruktur tersebut karena dinilai sangat penting untuk mendukung kelancaran aktivitas dan meningkatkan perekonomian warga.
Menanggapi keluhan itu, Kepala Desa Mangkai Lama, Sardalisyah, mengatakan pemerintah desa telah mengusulkan pengaspalan jalan tersebut kepada Pemerintah Kabupaten Batu Bara melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) dalam forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang).
Menurutnya, usulan tersebut telah ditindaklanjuti dengan survei lapangan oleh konsultan dari dinas terkait sebagai bagian dari proses perencanaan.
"Kami sudah mengusulkannya melalui Musrenbang Kabupaten. Konsultan dari Dinas PUTR juga telah turun melakukan survei lokasi. Jika tidak ada kendala, Insya Allah pengaspalan dapat direalisasikan tahun ini," kata Sardalisyah.
Jalan yang diusulkan untuk diaspal tersebut berada sekitar 300 meter dari Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum), tepatnya di Simpang Lateks, kawasan Perkebunan PT Socfindo, tidak jauh dari pusat pemerintahan Kabupaten Batu Bara.
Warga berharap pembangunan jalan tersebut segera direalisasikan agar akses transportasi menjadi lebih baik dan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di Desa Mangkai Lama.(zein)


