![]() |
| Suasana rapat Pansus Plasma DPRD Batu Bara. (foto/ist) |
Ajakan itu disampaikan dalam rapat terbuka Pansus Plasma yang dipimpin Ketua Pansus Ismar Komri, didampingi Wakil Ketua H. Usman dan Sekretaris Jalasmar Sirinjak, serta dihadiri sejumlah anggota DPRD Batu Bara.
Dalam rapat tersebut, Sekretaris Pansus Jalasmar Sitinjak menyayangkan ketidakhadiran sejumlah pejabat Pemerintah Kabupaten Batu Bara yang telah diundang. Pejabat yang disebut tidak hadir antara lain Sekretaris Daerah (Sekda), Asisten I, Kepala Dinas Pertanian, serta Kepala Dinas yang membidangi perizinan.
Menurut Jalasmar, kehadiran para pejabat tersebut sangat diperlukan untuk memberikan penjelasan dan data yang dibutuhkan Pansus dalam pembahasan persoalan plasma.
Rapat juga menghadirkan sejumlah elemen masyarakat, di antaranya perwakilan Inisiator Ikatan Wartawan Online (IWO) Batu Bara, Dzuriat Kedatukan Limapuluh, dan PB Gemkara. Kehadiran mereka diharapkan dapat memberikan masukan, menyampaikan aspirasi, sekaligus mendukung kerja Pansus Plasma.
Sementara itu, Ketua Pansus Plasma Ismar Komri meminta organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, khususnya dinas yang membidangi perizinan serta pertanian dan perkebunan, agar menyerahkan data secara lengkap.
Menurutnya, dokumen seperti Izin Usaha Perkebunan (IUP) serta data lain yang berkaitan dengan sektor perkebunan sangat dibutuhkan sebagai bahan pembahasan Pansus.
"Kami meminta seluruh data yang berkaitan dengan persoalan plasma dapat disampaikan secara lengkap agar pembahasan berjalan objektif dan menghasilkan rekomendasi yang tepat," ujar Ismar.
Dalam rapat tersebut, OPD yang diharapkan dihadiri langsung oleh kepala dinas hanya diwakili pejabat setingkat kepala bidang. Sementara Sekda dan Asisten I tidak hadir memenuhi undangan rapat.
DPRD Batu Bara berharap dukungan dari pemerintah daerah dan seluruh elemen masyarakat agar pembahasan Pansus Plasma dapat berjalan optimal serta menghasilkan solusi atas persoalan plasma yang menjadi perhatian masyarakat.(zein)


