UP2K Labu Lomak Desa Pantai Labu Pekan Kini Gunakan QRIS, Permudah Transaksi UMKM Tanpa Tunai

Sebarkan:
UP2K Labu Lomak Desa Pantai Labu Pekan Kini Gunakan QRIS, Permudah Transaksi UMKM Tanpa Tunai. (foto/ist)
DELI SERDANG – Kelompok Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K) Labu Lomak PKK Desa Pantai Labu Pekan, Kecamatan Pantai Labu, Kabupaten Deli Serdang, mulai menerapkan sistem pembayaran digital Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) untuk memudahkan transaksi penjualan produk UMKM.

Penerapan QRIS tersebut dilakukan melalui kegiatan sosialisasi dan pelatihan yang digelar bersama mahasiswa HMI Komisariat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Sumatera Utara (UINSU) dalam program pengabdian kepada masyarakat di Kantor Desa Pantai Labu Pekan, Kamis (2/7/2026).

Ketua TP PKK Desa Pantai Labu Pekan, Lisa Hayati Samsul Bahri, mengapresiasi inisiatif mahasiswa yang memberikan edukasi sekaligus pendampingan penggunaan QRIS kepada para pelaku UMKM UP2K Labu Lomak.

Menurutnya, selama ini transaksi penjualan produk masih dilakukan secara tunai maupun transfer bank. Dengan hadirnya QRIS, proses pembayaran menjadi lebih mudah, cepat, dan aman.

"Alhamdulillah, kami sangat senang dengan penggunaan QRIS ini. Selama ini pembayaran dilakukan secara tunai maupun transfer. Setelah mendapatkan sosialisasi dan pelatihan, kini transaksi pembelian produk UP2K Labu Lomak sudah bisa dilakukan melalui QRIS," ujarnya.

Lisa menambahkan, penggunaan QRIS tidak hanya mempermudah konsumen dalam bertransaksi, tetapi juga membantu pelaku usaha mengurangi risiko penggunaan uang tunai, termasuk potensi peredaran uang palsu.

Ia berharap penerapan pembayaran digital dapat meningkatkan daya saing produk UP2K Labu Lomak sehingga semakin dikenal sebagai salah satu sentra oleh-oleh khas Pantai Labu.

"Terima kasih kepada adik-adik HMI Komisariat FEBI UINSU atas kerja sama dan pendampingannya. Semoga UP2K Labu Lomak terus berkembang, maju, dan menjadi pilihan oleh-oleh khas Pantai Labu," katanya.

Salah seorang pelaku UMKM UP2K Labu Lomak, Suherni (48), mengaku antusias mengikuti pelatihan tersebut. Ia kini memahami manfaat QRIS dan cara menggunakannya dalam transaksi penjualan.

"Sekarang saya sudah mengerti apa itu QRIS dan bagaimana penggunaannya. Ini sangat membantu kami sebagai pelaku usaha," ucapnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Pengabdian Masyarakat HMI Komisariat FEBI UINSU, Mhd Hafiz Yahya Ginting, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk kontribusi mahasiswa dalam mendukung digitalisasi UMKM di desa.

Ia menjelaskan, selain memberikan sosialisasi, mahasiswa juga langsung melakukan simulasi transaksi menggunakan QRIS. Uji coba tersebut berhasil dilakukan saat salah seorang mahasiswa membeli produk UP2K Labu Lomak berupa keripik ikan tamban dan olahan belimbing wuluh.

"Kami berharap kegiatan ini memberikan manfaat nyata bagi pelaku UMKM. Ke depan, kami siap bersinergi dengan pemerintah desa untuk melaksanakan berbagai program pemberdayaan masyarakat lainnya," ujarnya.

QRIS merupakan standar kode QR nasional yang dikembangkan oleh Bank Indonesia bersama Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI). Sistem ini memungkinkan masyarakat melakukan pembayaran digital dari berbagai aplikasi dompet elektronik maupun mobile banking melalui satu kode QR yang sama.

Kegiatan sosialisasi tersebut diikuti para pelaku UMKM UP2K Labu Lomak, kader dan pengurus TP PKK Desa Pantai Labu Pekan, serta mahasiswa HMI Komisariat FEBI UINSU.(hay)

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini

 
Desain: indotema.com