![]() |
| Bupati Asahan Taufik ZA, meninjau tiga Proyek Strategis, Jembatan 87 Meter hingga Irigasi 430 Hektare. (foto/ist) |
Tiga lokasi yang ditinjau yakni Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) Desa Sei Kamah Baru, Jembatan Perintis Garuda yang menghubungkan Desa Sei Kamah Baru dengan Kelurahan Siumbut-Umbut, serta Daerah Irigasi Sungai Silau Tua Dam Alam Bali di Desa Silau Maraja.
Peninjauan tersebut turut dihadiri Dandim 0208/Asahan Letkol Inf Edy Syahputra, Sekretaris Daerah Kabupaten Asahan, Asisten Perekonomian dan Pembangunan, sejumlah OPD terkait serta tamu undangan.
Lokasi pertama yang dikunjungi adalah KDMP Desa Sei Kamah Baru, Kecamatan Sei Dadap. Taufik mengatakan, saat ini terdapat 114 unit KDMP yang dibangun di Kabupaten Asahan.
Menurutnya, KDMP Desa Sei Kamah Baru telah memiliki kepengurusan dan diharapkan segera beroperasi untuk mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.
"KDMP ini hadir untuk menyediakan kebutuhan masyarakat. Dengan fasilitas tersebut, kita berharap roda perekonomian masyarakat semakin berkembang," ujar Taufik.
Rombongan kemudian meninjau Jembatan Perintis Garuda yang menghubungkan Desa Sei Kamah Baru, Kecamatan Sei Dadap, dengan Kelurahan Siumbut-Umbut, Kecamatan Kota Kisaran Timur.
Jembatan sepanjang 87 meter tersebut dibangun melalui program pemerintah pusat. Taufik mengapresiasi pembangunan jembatan yang dinilai memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
"Atas nama Pemerintah Kabupaten Asahan, saya mengucapkan terima kasih kepada Presiden RI yang telah membangun Jembatan Perintis Garuda sepanjang 87 meter ini," katanya.
Menurut Taufik, keberadaan jembatan tersebut mempermudah akses warga menuju pusat kota, baik untuk berbelanja, mendapatkan pelayanan kesehatan maupun mengakses pendidikan.
Selain memperpendek jarak tempuh, jembatan itu juga menjadi jalur alternatif bagi masyarakat sehingga dapat mengurangi potensi kemacetan dan risiko kecelakaan lalu lintas.
Ia mengajak masyarakat bersama-sama menjaga fasilitas tersebut agar dapat digunakan dalam jangka panjang. "Mari kita jaga jembatan ini bersama-sama. Jangan sampai rusak, apalagi akibat kelalaian kita sendiri," ujarnya.
Dandim 0208/Asahan Letkol Inf Edy Syahputra mengatakan pembangunan jembatan merupakan bentuk perhatian pemerintah pusat terhadap kebutuhan transportasi masyarakat.
Menurutnya, terdapat tujuh titik jembatan yang dibangun dan ke depan pembangunan akan terus dikembangkan. "Insyaallah dalam waktu sekitar satu minggu lagi pembangunannya selesai dan Jembatan Perintis Garuda dapat digunakan sepenuhnya," kata Edy.
Lokasi terakhir yang ditinjau adalah Daerah Irigasi Sungai Silau Tua Dam Alam Bali di Desa Silau Maraja, Kecamatan Setia Janji.
Taufik mengatakan jaringan irigasi tersebut mengairi lahan persawahan seluas sekitar 430 hektare.
Untuk mendukung produktivitas pertanian, Pemerintah Kabupaten Asahan akan mengalokasikan anggaran sekitar Rp1 miliar untuk rehabilitasi saluran primer dan sekunder di kawasan irigasi tersebut. "Perbaikan saluran irigasi diharapkan dapat meningkatkan hasil panen masyarakat secara signifikan," katanya.
Peninjauan tiga lokasi tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Asahan memastikan pembangunan infrastruktur memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, khususnya dalam mendukung konektivitas, perekonomian, dan produktivitas pertanian.(rahmadhika)


