Dua Bersaudara di Simalungun Menderita DMD, Pemkab Turun Tangan Pastikan Penanganan Medis

Sebarkan:
Tim Dinkes Simalungu melakukan kunjungan ke rumah pasien di Nagori Bahung Kahean, Batu Nanggar. (foto/ist)
SIMALUNGUN – Pemerintah Kabupaten Simalungun bergerak cepat menindaklanjuti laporan mengenai dua bersaudara di Nagori Bahung Kahean, Kecamatan Dolok Batu Nanggar, yang menderita Duchenne Muscular Dystrophy (DMD) atau distrofi otot Duchenne.

Tim Dinas Kesehatan Kabupaten Simalungun mendatangi kediaman kedua pasien pada Selasa (11/8/2026) untuk memeriksa kondisi kesehatan sekaligus memastikan tindak lanjut penanganan medis.

Peninjauan dipimpin Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Simalungun, dr. Debora Haloho. Tim medis melakukan pemeriksaan terhadap kedua pasien dan menggali informasi mengenai riwayat penyakit serta kondisi kesehatan mereka.

Kedua pasien diketahui bernama Egi Syahrul Ramadhan (23) dan adiknya, Muhammad Al Fajri (15). Keduanya merupakan putra pasangan Mahadi dan Aritini Damanik.

Egi mulai mengalami gejala yang diduga terkait DMD sejak duduk di kelas VI SD. Sementara Al Fajri mulai mengalami gejala serupa sejak kelas IV SD.

Keterbatasan ekonomi keluarga selama ini menjadi salah satu kendala dalam memperoleh pemeriksaan dan penanganan medis secara optimal.

Dr. Debora mengatakan, Pemkab Simalungun akan berkoordinasi dengan rumah sakit dan dokter spesialis untuk memastikan kedua pasien memperoleh penanganan sesuai kondisi medis masing-masing.

“Segala tindakan medis yang diperlukan akan kami tempuh. Kami akan segera berkoordinasi dengan rumah sakit dan dokter spesialis agar kedua pasien mendapatkan penanganan kesehatan yang sesuai dan maksimal,” kata Debora.

Ia menambahkan, Dinas Kesehatan Simalungun akan melakukan pendampingan dan koordinasi secara berkelanjutan, termasuk memastikan pemeriksaan serta penanganan lanjutan dapat dilakukan sesuai kebutuhan kedua pasien.

Sementara itu, Aritini Damanik mengapresiasi perhatian Pemerintah Kabupaten Simalungun terhadap kondisi kedua putranya.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Simalungun dan Bapak Bupati yang telah memberikan perhatian kepada anak-anak kami. Dengan adanya perhatian ini, saya berharap anak saya dapat sembuh,” ujarnya haru.

DMD merupakan kelainan genetik yang menyebabkan kelemahan otot secara progresif. Penanganannya membutuhkan pemantauan dan perawatan medis secara berkelanjutan.

Berdasarkan data yang dihimpun media, Duchenne Muscular Dystrophy (DMD) atau distrofi otot Duchenne adalah penyakit genetik langka yang menyebabkan otot tubuh melemah secara progresif. Penyakit ini hampir selalu menyerang anak laki-laki dan biasanya mulai tampak pada usia 2–5 tahun.

Apa penyebabnya? DMD disebabkan oleh mutasi pada gen DMD di kromosom X yang berfungsi menghasilkan distrofin, yaitu protein penting untuk menjaga kekuatan dan kestabilan sel otot. Tanpa distrofin, serat otot mudah rusak dan perlahan digantikan oleh jaringan lemak serta jaringan ikat.

Pemkab Simalungun memastikan akan terus memantau kondisi kedua bersaudara tersebut dan berkoordinasi dengan fasilitas pelayanan kesehatan untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.(tan)

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini

 
Desain: indotema.com