![]() |
| Asisten Perekonomian dan Pembangunan (Ekbang) Setda Kota Medan Citra Effendi Capah melakukan sidak harga dan ketersediaan bahan pangan. (foto/ist) |
Sidak dilakukan atas arahan Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas dan Wakil Wali Kota Medan H Zakiyuddin Harahap. Pemko Medan memantau kondisi harga di Pasar Petisah dan Pasar Sei Sikambing, khususnya komoditas ayam, cabai, dan bawang.
Sidak dipimpin Asisten Perekonomian dan Pembangunan (Ekbang) Setda Kota Medan Citra Effendi Capah, didampingi Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan Hendra Ridho Siregar, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Ahmad Untung Lubis, serta Direktur Utama PUD Pasar Anggia Ramadhan.
Berdasarkan hasil pemantauan, harga ayam di pasar berada di kisaran Rp50 ribu per kilogram. Kenaikan tersebut antara lain dipengaruhi berkurangnya pasokan ayam yang masuk ke pasar.
Kondisi itu turut dirasakan pedagang. Maryuni, salah seorang pedagang, berharap harga ayam kembali stabil agar tidak semakin membebani masyarakat.
Ia berharap harga ayam dapat kembali berada di kisaran Rp35 ribu per kilogram. Menurutnya, kenaikan harga mulai terasa setelah aktivitas sekolah kembali berjalan dan kebutuhan masyarakat meningkat.
Selain ayam, sejumlah komoditas bumbu dapur juga mengalami kenaikan. Harga cabai rawit terpantau sekitar Rp65 ribu per kilogram, sedangkan di kawasan Petisah berada di kisaran Rp60 ribu per kilogram.
Sementara harga cabai merah sekitar Rp45 ribu per kilogram. Bawang putih dijual sekitar Rp34 ribu, tomat Rp18 ribu, dan bawang merah sekitar Rp36 ribu per kilogram.
Kenaikan harga sejumlah komoditas tersebut menjadi perhatian Pemko Medan karena berpotensi memengaruhi daya beli masyarakat, mengingat bahan pangan merupakan kebutuhan sehari-hari.
Asisten Ekbang Setda Kota Medan Citra Effendi Capah mengatakan Pemko Medan akan mengambil sejumlah langkah untuk menjaga stabilitas harga sekaligus memastikan pasokan bahan pangan tetap tersedia.
Salah satu langkah yang dilakukan adalah menemui pemasok untuk mengetahui kondisi pasokan sekaligus menelusuri penyebab berkurangnya sejumlah komoditas. “Langkah-langkahnya akan kami jumpai pemasoknya,” ujar Citra.
Pemko Medan juga menyiapkan intervensi terhadap komoditas yang mengalami kenaikan harga, khususnya cabai. Upaya tersebut dilakukan agar harga pangan tetap terjangkau masyarakat.
Untuk komoditas ayam, Pemko Medan akan berkoordinasi dengan Rumah Potong Hewan (RPH) guna memastikan ketersediaan pasokan serta mencari solusi atas kenaikan harga yang terjadi di pasar.
Selain itu, pengendalian harga akan diperkuat melalui pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) dan Pasar Murah. Kedua program tersebut diharapkan membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau sekaligus menjaga stabilitas harga. “Kami akan menggelar GPM dan Pasar Murah. Kita pastikan barang komoditas tersebut ada di pasar,” kata Citra.
Citra menegaskan, sidak dilakukan sebagai tindak lanjut atas arahan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Medan untuk memantau langsung perkembangan harga kebutuhan pokok sekaligus segera mengambil langkah penanganan jika terjadi kenaikan.
“Sidak ini sesuai arahan Pak Wali Kota dan Wakil Wali Kota. Masyarakat banyak yang mengeluh harga. Jadi kita ingin mengetahui secara langsung,” ujarnya.
Pemko Medan memastikan pemantauan tidak berhenti pada pengecekan harga di pasar. Pemerintah akan menelusuri rantai pasok mulai dari pemasok hingga pedagang untuk mengetahui faktor yang menyebabkan kenaikan harga.
Dengan langkah tersebut, Pemko Medan berharap ketersediaan bahan pangan tetap terjaga dan harga kembali stabil sehingga masyarakat tidak semakin terbebani oleh kenaikan harga kebutuhan pokok.(tan)


