![]() |
| Kabel listrik yang melintang membelah badan jalan terlihat sangat rendah serta membahayakan pengguna jalan. (foto:mm/jhonny simatupang) |
Warga khawatir kondisi tersebut membahayakan pengguna jalan, terutama kendaraan bertonase besar yang melintas di kawasan permukiman tersebut. Mereka meminta PT PLN Cabang Sibolga segera melakukan perbaikan sebelum kabel putus atau tersangkut kendaraan dan menimbulkan korban.
Kekecewaan warga bahkan mendorong rencana aksi demonstrasi ke kantor PLN. Mereka menilai laporan yang telah disampaikan kepada petugas PLN belum mendapat penanganan.
Nasran Simanullang, 69 tahun, warga setempat, mengatakan keberadaan kabel listrik yang terlalu rendah membuat warga merasa tidak aman. Menurut dia, posisi kabel tersebut sudah lama dikeluhkan karena dinilai berpotensi membahayakan keselamatan.
Nasran mengaku telah menyampaikan persoalan itu melalui sambungan telepon kepada petugas PLN pusat. Laporan serupa juga lewat surat dengan tanda tangan warga telah disampaikan ke kantor PLN Cabang Sibolga, seeta petugas pelayanan PLN Sibolga dan Kepala Lingkungan V. "Namun, semua laporan itu tidak ada hasilnya sampai sekarang," kata Nasran, Minggu (30/8/2026).
Menurut dia, warga tidak ingin menunggu sampai terjadi kecelakaan. Karena itu, mereka mendesak PLN turun langsung memeriksa kondisi jaringan listrik di lokasi dan memastikan ketinggian kabel memenuhi standar keselamatan. "Soalnya, jarak kabel dengan badan jalan di lokasi hanya berkisar 1 hingga 2 meter,an" tukasnya.
Keluhan serupa disampaikan Fitri A. Manalu, 36. Ia mengatakan persoalan tiang dan kabel listrik tersebut pernah dibicarakan ketika pembangunan jalan berlangsung.
Menurut Fitri, kepala tukang saat pembangunan jalan pernah menyampaikan kepada warga bahwa tiang listrik yang berada di sekitar lokasi akan dipindahkan. Namun, sekitar setahun setelah pembangunan selesai, tiang listrik tersebut masih berada di tempat semula.
Begitu pula dengan kabel-kabel listrik yang membentang di kawasan itu. Posisi kabel dinilai terlalu rendah hingga nyaris menyentuh badan jalan.
Fitri meminta PLN segera melakukan penataan dan perbaikan jaringan, terutama memastikan jarak kabel dari permukaan jalan aman bagi kendaraan maupun warga. "Kami khawatir terjadi kecelakaan yang menyebabkan korban jiwa," ujarnya.
Ia mencontohkan risiko jika kendaraan besar seperti dump truck melintas tanpa menyadari keberadaan kabel yang rendah.
"Seandainya ada mobil dump truck dan sejenisnya masuk dan tidak memperhatikan kondisi lokasi, kabel akan nyangkut ke badan dump truck tersebut dan putus. Hasilnya, pasti ada korban jiwa," kata Fitri.
Warga berharap PLN tidak menunggu sampai terjadi insiden untuk melakukan perbaikan. Mereka meminta perusahaan segera meninjau kondisi jaringan di Jalan D.E. S.T.B. Panggabean, khususnya di Gang Kalewang, dan memberikan solusi atas keluhan yang telah disampaikan.
Rencana aksi demonstrasi disebut sebagai bentuk kekecewaan warga terhadap lambannya penanganan laporan. Warga berharap persoalan tersebut dapat diselesaikan melalui perbaikan jaringan dan penataan kabel tanpa harus menunggu munculnya korban.
Hingga berita ini ditulis, belum diperoleh keterangan dari pihak PLN Cabang Sibolga mengenai keluhan warga tersebut. (jhonny simatupang)


