Pemkab Asahan Buka Pemagangan Nasional 2026, 37 Peserta Dapat Pengalaman Kerja hingga Sertifikasi BNSP

Sebarkan:
Wakil Bupati Asahan Rianto membuka Program Pemagangan Nasional Tahun 2026 sekaligus Pelatihan Peningkatan Produktivitas bagi pelaku UMKM. (foto/ist)
ASAHAN — Pemerintah Kabupaten Asahan resmi membuka Program Pemagangan Nasional Tahun 2026 sekaligus Pelatihan Peningkatan Produktivitas bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM), Rabu (26/8/2026).

Kegiatan yang digelar di Aula Balai Latihan Kerja (BLK) Kabupaten Asahan, Jalan Husni Thamrin, Kelurahan Selawan, Kecamatan Kota Kisaran Timur, tersebut dibuka secara resmi Wakil Bupati Asahan Rianto.

Program pemagangan nasional diikuti 37 peserta yang ditempatkan di tiga lembaga mitra, yakni tiga peserta di Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Asahan, lima peserta di BPJS Kesehatan Cabang Kisaran, dan 29 peserta di RSU Catharina 1914.

Sementara itu, Pelatihan Peningkatan Produktivitas bagi pelaku UMKM diikuti 25 peserta dan berlangsung selama empat hari, 26-29 Agustus 2026, di lingkungan UPTD BLK Kabupaten Asahan.

Plt. Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Asahan Sutiono mengatakan program tersebut dilaksanakan berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 31 Tahun 2026 tentang Sistem Pelatihan Kerja Nasional serta Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 36 Tahun 2026 tentang Penyelenggaraan Pemagangan di Dalam Negeri. "Program Pemagangan Nasional berlangsung mulai 10 Agustus 2026 hingga 10 Februari 2027," ujar Sutiono.

Menurutnya, program tersebut diharapkan dapat memberikan pengalaman kerja secara langsung kepada peserta sekaligus meningkatkan kesiapan mereka memasuki dunia kerja.

Selain itu, pelatihan produktivitas UMKM diarahkan untuk mendorong pelaku usaha meningkatkan kemampuan pengelolaan usaha, memperluas akses pasar, serta meningkatkan produktivitas.

Sementara itu, Wakil Bupati Asahan Rianto menegaskan Pemkab Asahan berkomitmen mendukung upaya pemerintah dalam mempercepat penyerapan tenaga kerja dan menekan angka pengangguran terbuka.

Menurut Rianto, salah satu tantangan yang dihadapi lulusan baru bukan hanya terkait kompetensi akademik, tetapi juga keterbatasan pengalaman praktis di dunia kerja.

"Melalui momentum ini, negara hadir memberikan solusi konkret untuk menjembatani dunia pendidikan dengan kebutuhan riil sektor industri," katanya.

Rianto menjelaskan Program Pemagangan Nasional tidak hanya memberikan pengalaman kerja kepada peserta. Pemerintah juga memberikan sejumlah dukungan, antara lain uang saku yang disesuaikan dengan standar Upah Minimum Kabupaten dan ditransfer langsung ke rekening peserta.

Peserta juga mendapatkan perlindungan jaminan sosial melalui BPJS Ketenagakerjaan berupa Jaminan Kecelakaan Kerja dan Jaminan Kematian.

Selain itu, peserta berkesempatan memperoleh sertifikasi resmi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) secara gratis setelah mengikuti dan lulus uji kompetensi pada akhir masa pemagangan.

"Gunakan waktu enam bulan ke depan dengan sebaik-baiknya. Jagalah nama baik daerah, tunjukkan etos kerja yang tinggi, disiplin, jujur, dan seraplah ilmu sebanyak-banyaknya," pesan Rianto kepada peserta.

Ia meminta lembaga mitra penempatan memberikan pendampingan secara maksimal kepada para peserta agar mereka dapat berkembang menjadi tenaga kerja yang kompeten, produktif, dan mampu bersaing. "Putra-putri terbaik daerah ini kami titipkan untuk dibimbing melalui sistem pendampingan yang baik," ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Rianto mengapresiasi pelaksanaan Pelatihan Peningkatan Produktivitas bagi pelaku UMKM.

Ia berharap pelatihan tersebut dapat meningkatkan kemampuan manajerial dan analisis pasar para pelaku usaha sehingga berdampak pada peningkatan produktivitas serta pendapatan.

"Kami berharap kegiatan ini mampu meningkatkan kemampuan manajerial dan analisis pasar para peserta, yang pada akhirnya berimbas pada kenaikan pendapatan usaha," katanya.

Program pemagangan dan pelatihan UMKM tersebut diharapkan menjadi bagian dari upaya Pemkab Asahan memperluas kesempatan kerja, meningkatkan daya saing tenaga kerja, mendorong UMKM naik kelas, memperluas akses pasar, serta menekan angka pengangguran di Kabupaten Asahan.

Kegiatan diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, doa, laporan Plt. Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Asahan, dan sambutan Wakil Bupati Asahan.

Kegiatan kemudian ditandai dengan penyerahan tanda peserta secara simbolis oleh Wakil Bupati Asahan kepada salah satu peserta pemagangan sebagai tanda dimulainya Program Pemagangan Nasional Tahun 2026 di Kabupaten Asahan.

Sejumlah pejabat organisasi perangkat daerah (OPD), Kepala BPS Kabupaten Asahan, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Kisaran, Direktur RSU Catharina 1914, para peserta pelatihan, serta tamu undangan turut hadir dalam kegiatan tersebut.(rahmadhika)

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini

 
Desain: indotema.com