Taman Segitiga Limapuluh Kota Terbengkalai Tak Terawat, UMKM Mengeluh Pengunjung Sepi

Sebarkan:
Pelaku usaha memilih tutup karena sepinya pengunjung. (foto/ist)
KONDISI Taman Segitiga di kawasan ring road, Kelurahan Limapuluh Kota, Kecamatan Limapuluh, Kabupaten Batu Bara, kini dikeluhkan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Taman yang sebelumnya menjadi salah satu lokasi favorit warga untuk bersantai dan membawa anak bermain itu kini dinilai semakin sepi dan kurang terawat.

Lokasinya yang berada di jalur strategis Jalan Lingkar Medan–Siantar sebenarnya menjadi potensi besar untuk menggerakkan perekonomian masyarakat. Setiap sore, sekitar pukul 16.00 WIB hingga malam hari, kawasan tersebut biasanya diramaikan pedagang kuliner serta berbagai wahana permainan anak, seperti odong-odong dan mobil-mobilan baterai.

Namun, kondisi itu kini jauh berbeda. Sejumlah pelaku UMKM mengaku mengalami penurunan jumlah pembeli dalam beberapa tahun terakhir. Bahkan, sejumlah usaha kuliner yang sebelumnya berjualan di kawasan tersebut memilih tutup karena pengunjung semakin berkurang.

Taman tersebut diketahui dibangun sekitar 10 tahun lalu. Pada masa pemerintahan sebelumnya, kawasan itu ditata sebagai ruang hiburan masyarakat dengan menghadirkan sejumlah pelaku UMKM kuliner dan wahana permainan anak.

Keberadaan fasilitas tersebut sempat membuat suasana taman ramai, terutama pada sore hingga malam hari. Banyak orang tua membawa anak dan cucu mereka untuk bermain sekaligus menikmati kuliner yang dijajakan para pedagang.

Namun, dalam dua hingga tiga tahun terakhir, kondisi tersebut mulai berubah. Kenaikan harga kebutuhan pokok dan bahan bakar minyak (BBM) disebut turut memengaruhi daya beli masyarakat. Di sisi lain, minimnya pembaruan wahana permainan membuat anak-anak dan keluarga tidak lagi tertarik berlama-lama di kawasan tersebut.

Sejumlah pedagang juga menyoroti kondisi fisik taman yang dinilai kurang terawat. Lantai taman disebut sudah tidak rata, sementara sejumlah lampu penerangan mengalami kerusakan. Ketika malam tiba, sebagian kawasan menjadi gelap sehingga membuat suasana taman terkesan sepi dan kurang nyaman bagi pengunjung.

"Sejumlah kafe dan pedagang kuliner sudah tutup. Odong-odong juga tidak lagi terlihat seperti dulu. Anak-anak yang datang bermain semakin sedikit," ujar salah seorang pelaku UMKM yang berharap identitasnya tidak disebutkan.

Menurutnya, kondisi tersebut membuat para pedagang semakin kesulitan mempertahankan usaha. Padahal, Taman Segitiga dinilai memiliki potensi besar menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat apabila ditata dan dikelola secara serius.

Warga dan pelaku UMKM berharap Pemerintah Kabupaten Batu Bara dapat kembali melakukan pembenahan kawasan tersebut. Mereka meminta fasilitas taman diperbaiki, penerangan ditambah, serta area pedagang ditata agar lebih rapi dan menarik.

Mereka juga mengusulkan agar pedagang kuliner ditata dalam satu kawasan yang terorganisasi sehingga menjadi sentra kuliner dan ruang rekreasi keluarga, seperti yang diterapkan di sejumlah daerah lainnya.

Dengan penataan kembali, warga meyakini Taman Segitiga Limapuluh Kota dapat kembali menjadi ruang publik yang ramai sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.

"Kalau ditata kembali, penerangan diperbaiki dan pedagang dibuat lebih rapi, kami yakin pengunjung akan kembali ramai. Dengan begitu, usaha UMKM bisa hidup dan perputaran ekonomi masyarakat juga meningkat," kata warga.

Saat ini, kondisi Taman Segitiga lebih banyak terlihat sunyi pada malam hari. Sejumlah lampu penerangan dilaporkan tidak berfungsi, sementara aktivitas pedagang dan wahana permainan anak yang sebelumnya menjadi daya tarik kawasan tersebut semakin berkurang.

Warga berharap pemerintah segera mengambil langkah nyata agar taman yang memiliki posisi strategis itu tidak semakin terbengkalai dan dapat kembali dimanfaatkan sebagai ruang publik sekaligus pusat kegiatan ekonomi masyarakat.(zein)

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini

 
Desain: indotema.com