![]() |
| Bupati Batu Bara Baharuddin Siagian memimpin Rapat Koordinasi Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). (foto/ist) |
Rapat tersebut digelar untuk memperkuat sinergi dan koordinasi antarinstansi dalam menghadapi berbagai persoalan strategis daerah, mulai dari keamanan dan ketertiban masyarakat, pertanahan, perdagangan, energi hingga peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Rakor dihadiri Wakil Bupati Batu Bara Syafrizal, Ketua DPRD Batu Bara, Kepala Kejaksaan Negeri Batu Bara, Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Batu Bara, perwakilan Dandim 0208/Asahan, Kapolres Batu Bara, Danlanal Tanjung Balai Asahan, serta perwakilan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Batu Bara.
Baharuddin didampingi Penjabat Sekretaris Daerah, Asisten I dan Asisten III, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang, Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah, Plt. Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup, serta Kepala Bagian Tata Pemerintahan.
Dalam rakor tersebut, Baharuddin menekankan pentingnya komunikasi dan koordinasi berkelanjutan di antara seluruh unsur Forkopimda untuk menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Batu Bara.
Menurut dia, keamanan merupakan tanggung jawab bersama sehingga diperlukan langkah antisipatif dan penanganan yang terkoordinasi agar kondisi daerah tetap aman dan kondusif.
Selain keamanan, persoalan pertanahan turut menjadi pembahasan. Pemerintah daerah mendorong agar setiap persoalan pertanahan dapat diselesaikan secara terpadu, objektif, dan sesuai dengan ketentuan hukum.
Koordinasi antarinstansi dinilai penting untuk memberikan kepastian hukum, menjaga kepentingan masyarakat, sekaligus mempertahankan kondusivitas daerah.
Rakor juga membahas perencanaan strategis di sektor ekspor dan impor sebagai salah satu upaya mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Pemerintah Kabupaten Batu Bara ingin memperluas akses pasar bagi produk unggulan daerah, khususnya yang dihasilkan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), sektor pertanian, serta perikanan.
Dengan akses pasar yang lebih luas, produk daerah diharapkan tidak hanya mampu bersaing di tingkat nasional, tetapi juga memiliki peluang menembus pasar internasional.
Baharuddin mendorong adanya sinergi antarpemangku kepentingan untuk mengatasi berbagai kendala perdagangan dan akses pasar sehingga dapat memberikan dampak terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Agenda strategis lainnya yang dibahas yakni rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Kabupaten Batu Bara.
Rencana tersebut diarahkan untuk mendukung ketahanan energi sekaligus meningkatkan pemanfaatan energi terbarukan di daerah.
Pembangunan PLTS diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya memenuhi kebutuhan energi sekaligus mendorong pemanfaatan sumber energi bersih dan berkelanjutan.
Selain itu, rapat membahas berbagai langkah peningkatan PAD serta perkembangan sejumlah program yang berkaitan dengan percepatan pembangunan daerah.
Baharuddin menegaskan, sinergi antarinstansi menjadi salah satu kunci dalam menyelesaikan berbagai persoalan sekaligus mengoptimalkan potensi yang dimiliki Kabupaten Batu Bara.
Melalui rakor Forkopimda, Pemerintah Kabupaten Batu Bara berkomitmen memperkuat kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan untuk menjaga stabilitas daerah, mendorong pertumbuhan ekonomi, meningkatkan PAD, serta mempercepat pembangunan yang berkelanjutan.
Langkah tersebut diharapkan bermuara pada peningkatan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Batu Bara.(zein)


