![]() |
| Petugas Satreskrim Polres Sibolga bersama Disperindag Sibolga saat turun melakukan pemantauan harga beras di sejumlah pedagang, Jumat (25/10/2026). (foto:mm/ist) |
Pemantauan dilakukan di antaranya di Toko Sahabat dan Toko Beras Op Ria. Tim melibatkan Badan Pangan Nasional RI, Perum Bulog, serta sejumlah pemangku kepentingan terkait.
Kanit Tindak Pidana Tertentu Satreskrim Polres Sibolga Ipda, Inal Tanjung, mengatakan pemeriksaan dilakukan untuk mengetahui perkembangan harga beras di tingkat pedagang sekaligus memastikan ketersediaan dan distribusinya.
"Pemantauan ini untuk melihat langsung kondisi harga di lapangan serta memastikan distribusi beras berjalan dan masyarakat sebagai konsumen mendapatkan perlindungan," kata Inal.
Dalam pemeriksaan tersebut, petugas mendata harga sejumlah beras yang beredar di pasaran. Beras medium jenis Kuku Balam dijual Rp16.000 per kilogram, sedangkan jenis IR 64 mencapai Rp15.500 per kilogram. Untuk beras premium, jenis Lima Berlian dijual Rp17.600 per kilogram dan Bintang Lima Rp18.000 per kilogram.
Sejumlah harga tersebut ditemukan berada di atas HET. Tim kemudian mendata harga sekaligus meminta penjelasan pedagang mengenai penyebab kenaikan harga beras di tingkat konsumen.
Pedagang menyebut harga beras di Sibolga dipengaruhi pasokan yang berasal dari kilang padi di luar kota. Selain harga gabah yang tinggi, ongkos pengangkutan dari daerah asal menuju Sibolga turut menambah biaya yang akhirnya dibebankan dalam harga jual.
Temuan itu menjadi bahan bagi tim untuk menelusuri rantai pasok beras, termasuk faktor yang mempengaruhi terbentuknya harga sebelum sampai ke tangan konsumen.
Polres Sibolga dan Disperindag Sibolga menyatakan pengawasan akan dilanjutkan. Pemerintah dan aparat penegak hukum juga akan memantau ketersediaan serta distribusi beras untuk menjaga stabilitas pangan.
Pengawasan tersebut sekaligus ditujukan untuk memastikan pedagang menyampaikan harga secara transparan dan konsumen tidak dirugikan oleh praktik perdagangan yang melanggar ketentuan. (jhonny simatupang)


