![]() |
| Pangkal jembatan sungai besar Kuala Indah, tampak menurun diduga akibat dilintasi truk pasir kelebihan beban. (foto/ist) |
Berdasarkan pantauan di lokasi, aktivitas pengangkutan pasir berlangsung menggunakan kendaraan jenis dump truck. Jumlah kendaraan yang melintas disebut warga mencapai ratusan unit setiap hari.
Kondisi tersebut memunculkan kekhawatiran terhadap daya tahan jembatan, terlebih aktivitas pengangkutan material berlangsung dalam waktu yang cukup lama.
Sejumlah bagian jembatan disebut mulai menunjukkan keretakan. Namun, kondisi tersebut masih perlu dipastikan melalui pemeriksaan teknis oleh instansi yang berwenang.
Persoalan lain yang menjadi sorotan adalah dugaan aktivitas pengambilan pasir di sekitar aliran Sungai Besar Kuala Indah yang telah berlangsung bertahun-tahun.
Warga mempertanyakan pengawasan pemerintah dan aparat penegak hukum terhadap aktivitas tersebut, termasuk legalitas kegiatan pertambangan, dokumen perizinan, serta dampaknya terhadap kondisi lingkungan dan infrastruktur di sekitar lokasi.
Informasi yang dihimpun menyebut terdapat sedikitnya tiga pihak yang diduga melakukan aktivitas pengambilan pasir di kawasan tersebut. Mereka disebut dengan inisial MR, OM, dan HS.
Aktivitas tersebut diduga menggunakan alat berat berupa ekskavator untuk mengeruk material pasir dari kawasan sungai. Namun, tudingan mengenai kelengkapan perizinan maupun legalitas kegiatan tersebut masih memerlukan konfirmasi dari pihak terkait.
Selain legalitas kegiatan, penggunaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi untuk operasional alat berat juga menjadi pertanyaan yang perlu diklarifikasi kepada instansi berwenang.
Pantauan Medanmerdeka.com di sekitar lokasi menunjukkan kendaraan pengangkut pasir menggunakan bagian tanggul atau bantaran sungai sebagai akses keluar-masuk menuju lokasi pengambilan material.
Aktivitas hilir mudik kendaraan berat tersebut berlangsung di sekitar jembatan yang menjadi salah satu akses masyarakat.
Di dekat jembatan juga terdapat papan peringatan yang meminta pengguna jalan berhati-hati karena terdapat jalan berlubang.
Keberadaan papan peringatan tersebut menjadi perhatian warga karena kerusakan jalan dan kondisi jembatan dinilai membutuhkan penanganan lebih serius, terutama jika aktivitas kendaraan berat terus berlangsung.
Seorang warga yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan mengaku khawatir kondisi jembatan semakin memburuk dan berujung pada kerusakan yang lebih parah.
“Kalau jembatan sampai putus, masyarakat pasti kesulitan karena ini merupakan akses penting untuk mengangkut hasil panen dan memenuhi kebutuhan sehari-hari,” ujarnya.
Warga berharap pemerintah segera melakukan pemeriksaan teknis terhadap kondisi Jembatan Sungai Besar Kuala Indah serta mengevaluasi aktivitas pengambilan dan pengangkutan pasir di sekitar lokasi.
Menurut warga, penanganan seharusnya dilakukan sebelum kerusakan infrastruktur menjadi lebih parah dan mengganggu akses masyarakat.
Selain pemeriksaan terhadap kondisi jembatan, masyarakat juga meminta instansi terkait memastikan legalitas kegiatan pengambilan pasir, termasuk dokumen perizinan, penggunaan alat berat, serta aspek lingkungan.
Hingga berita ini ditulis, belum diperoleh keterangan resmi dari pihak pengelola aktivitas pengambilan pasir maupun instansi terkait mengenai legalitas kegiatan tersebut dan kondisi teknis Jembatan Sungai Besar Kuala Indah. (zein)


