Junta Myanmar Bakar 5 Orang, 1 Korban Merupakan Disabilitas

Sebarkan:

Junta Myanmar bakar lima orang, satu di antaranya disabilitas.(AP)
JAKARTA - Tentara junta Myanmar membunuh dan membakar lima orang di wilayah Sagaing usai dua hari bertempur dengan pasukan pertahanan rakyat (PDF) pada akhir pekan lalu. Satu korban di antaranya merupakan warga penyandang disabilitas Myanmar.

Pasukan itu menggerebek Gaung Kwe, di kotapara Myaung, saat mereka kembali dari pertempuran di kota tetangga Yesagyo.

Menurut kesaksian penduduk lokal, mereka mulai menembakkan senapan saat memasuki desa. Pasukan itu, katanya, membunuh empat relawan yang menjaga masyarakat desa tersebut, kemudian menembak dan membunuh satu orang pengidap disabilitas mental.

"Mereka melepas baju penduduk desa itu dan membakar jenazahnya. Kami menemukan pakaian korban di sekitar klinik dan sekolah di desa," kata salah satu penduduk seperti dikutip Myanmar Now pada pekan lalu sebagaimana dilansir dari cnnindonesia.com.

"Orang yang disabilitas mental ditembak dan dibunuh karena dia ketakutan dan berteriak kencang saat dengar suara tembakan," ia menambahkan.

Para korban itu diantaranya, Moe Min Oo(30), Chan Myae Sithu Kyi (26), Htet Aung (24), dan Aung Kyaw Zaw (37), dan korban yang kelima Tun Tun Naing (35).

Pasukan junta juga bertempur dengan pasukan pertahanan sipil di desa lain, Shwe Hlan, yang terletak di tepi timur sungai Chindwin, Yasegyo. Satu penduduk dilaporkan tertembak di bagian lengan saat mereka masuk ke desa. Namun korban itu berhasil melarikan diri.

Seorang pejabat PDF Myingyan Taloke mengatakan, tiga anggotanya juga tewas dan tiga lain mengalami luka-luka saat militer mengerahkan senjata berat dan penembak jitu.

"Kami hanya menemukan tiga dari korban tewas saat kita akan kembali ke desa," kata pejabat itu.

Menurut Organisasi Keamanan dan Pertahanan Sipil Myaung (CDSOM) mengatakan, sebanyak delapan anggota militer Myanmar juga dilaporkan terbunuh dan tiga lainnya luka-luka dalam pertempuran dua hari itu.

Junta juga membakar rumah-rumah dan beberapa motor di Shwe Hlan sebelum meninggalkan area itu, katanya.

Setidaknya 10 dari ribuan penduduk dilaporkan meninggalkan Kotapraja Myaung sejak pasukan menduduki Kyaukyit.

Pada September lalu, pejuang PDF menyerbu kantor polisi desa Kyauk Yit dan menangkap tiga petugas, termasuk kepala polisi setempat.

Insiden pembakaran terhadap warga sipil bukan kali pertama terjadi, pekan lalu 11 orang dibakar hidup-hidup di desa Done Taw, Sagaing.

Myanmar berada dalam krisis politik dan kemanusiaan sejak junta mengambil alih paksa kekuasaan pada 1 Februari lalu.

Usai pengambilalihan itu, beragam protes muncul. Pasukan tentara kemudian menangkap warga sipil bahkan membunuhnya.

Hingga kini, menurut catatan Bantuan Asosiasi untuk Tahanan Politik (AAPP) ada 1.346 warga sipil yang meninggal, dan sebanyak 11.047 yang ditangkap. (red/mm)

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini