![]() |
| Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas. (foto/ist) |
Melalui koordinasi ketat bersama Badan Gizi Nasional (BGN) Sumut dan Korwil Medan, Pemko Medan tidak hanya fokus pada pemenuhan gizi anak-anak, tetapi juga memastikan program nasional ini menjadi penggerak roda perekonomian warga lokal.
Hal tersebut ditegaskan Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, usai mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Pemantauan dan Optimalisasi Peran Pemda sesuai Perpres No. 115 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Program MBG secara daring di ruang Command Center Kantor Wali Kota, Kamis (13/8/2026).
Rico Waas mengaku siap berkoordinasi apapun yang menjadi kebutuhan untuk mendukung program MBG ini. Karena program ini tidak hanya baik untuk anak-anak, namun juga memberikan dampak berantai (multiplier effect) bagi masyarakat sekitar.
"keberadaan SPPG harus bisa dirasakan langsung oleh masyarakat. Mulai dari penjual UMKM, pedagang lokal, hingga penyerapan tenaga kerja di sana," ujar Rico Waas.
Tak hanya itu, guna memastikan ketersediaan bahan pangan tetap stabil di pasaran, Rico Waas telah menginstruksikan Dinas terkait untuk melakukan pemantauan stok setiap hari. Menurutnya, tingginya kebutuhan bahan pasokan untuk program MBG harus diimbangi dengan dorongan peningkatan produksi dari sisi produsen lokal. Artinya Pemko Medan tidak ingin hanya berpatokan pada pasokan yang ada saat ini saja
"Saya sudah sampaikan ke Dinas Ketahanan Pangan setiap harinya untuk melihat bagaimana kondisi dari stok bahan pangan kita. Untuk sampai saat ini masih terus terjaga dengan baik. Dan apabila memang demandnya semakin lama semakin tinggi, otomatis produksinya itu kita dorong bisa lebih tinggi lagi," ujar Rico Waas.
Rico Waas juga memastikan, pengawasan di lapangan juga terus dilakukan melalui Dinas Pendidikan serta koordinasi dengan BGN wilayah Sumut dan Korwil Medan untuk menyelesaikan berbagai kendala teknis secara bersama-sama.
"Dinas Pendidikan juga melakukan pengawasan. Itulah kenapa tadi Pak Kepala BGN menyampaikan bagaimana pemerintah daerah bersama BGN bisa duduk bersama untuk mengatasi permasalahan yang selama ini masih menjadi kendala." Terangnya.
Dalam rapat yang sama, Kepala BGN Sudaryono mengapresiasi keaktifan pemerintah daerah dalam mendukung program ini. Sudaryono menekankan bahwa MBG bukan sekadar membagikan makanan, melainkan investasi sumber daya manusia jangka panjang untuk meningkatkan kualitas kesehatan dan kecerdasan anak bangsa.
Sementara itu, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian memaparkan langkah-langkah strategis yang perlu dilakukan Pemda untuk mengoptimalkan program MBG, sekaligus menyampaikan wacana penambahan Transfer ke Daerah (TKD) guna membantu daerah berfiskal rendah dalam mengelola belanja pegawai PPPK.(tan)


