Jatanras Polda Sumut Tembak Terduga Pelaku Pembunuhan Sopir Taksi Online

Sebarkan:
Jatanras Polda Sumut Tembak Terduga Pelaku Pembunuhan Sopir Taksi Online, (foto/ist)
MEDAN – Tim Subdit III/Jatanras Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sumatera Utara mengungkap kasus dugaan pencurian dengan kekerasan disertai pembunuhan terhadap sopir taksi online berinisial RA (25), warga Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deli Serdang.

Pengungkapan kasus tersebut dilakukan kurang dari 24 jam setelah jasad korban ditemukan. Sejumlah orang yang diduga terlibat dalam aksi tersebut telah diamankan polisi, termasuk terduga pelaku yang disebut berperan sebagai eksekutor dan penadah kendaraan milik korban.

Informasi penangkapan juga beredar melalui video di tengah masyarakat. Dalam rekaman berdurasi lebih dari satu menit itu, Kasubdit III/Jatanras Ditreskrimum Polda Sumut Kompol Jama Kita Purba terlihat memimpin penangkapan seorang pria yang berada di dalam mobil sedan berwarna kuning dengan nomor polisi BK 1916 ACF.

Dalam video tersebut, petugas mengepung kendaraan yang berada di kawasan dengan arus lalu lintas cukup padat. Pria yang berada di kursi pengemudi sempat menolak membuka pintu mobil meski telah dikepung petugas.

Petugas kemudian berhasil mengamankan pria tersebut dan membawanya keluar dari kendaraan. Proses penangkapan sempat menarik perhatian pengguna jalan dan menyebabkan arus lalu lintas terganggu.

Polisi juga disebut telah mengamankan kendaraan yang diduga merupakan mobil milik korban. Kendaraan tersebut sebelumnya digunakan korban untuk mencari penumpang sebagai pengemudi taksi online.

Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Ferry Walintukan membenarkan adanya informasi mengenai penangkapan terduga pelaku. Namun, dia mengaku belum menerima data lengkap terkait pengungkapan kasus tersebut. “Kabarnya gitu, tapi saya belum ada datanya,” kata Ferry saat dikonfirmasi.

Sebelumnya, jasad RA ditemukan di kawasan perkebunan tebu di Desa Bulu Cina, Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deli Serdang, Jumat (14/8/2026) dini hari.

Saat ditemukan, korban dalam kondisi kaki terikat. Sejumlah bagian tubuh dan wajah korban juga ditemukan mengalami memar.

Polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap secara utuh kronologi pembunuhan, motif, serta peran masing-masing terduga pelaku dalam kasus tersebut.

Pengungkapan kasus ini menjadi perhatian karena korban diduga tidak hanya menjadi sasaran perampasan kendaraan, tetapi juga kehilangan nyawa dalam aksi tersebut. (tan)

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini

 
Desain: indotema.com