![]() |
| Foto secreenshot akun fb Putri Sri Hartini. |
Aksi saling serang tersebut membuat warga dan pedagang di sekitar lokasi ketakutan. Lemparan batu dilaporkan mengenai seorang warga hingga menyebabkan luka, sementara kondisi di lokasi disebut meninggalkan bekas darah.
Peristiwa tersebut kemudian mendapat perhatian setelah seorang warga, Putri Sri Hartini, mengunggah informasi dan dokumentasi terkait tawuran melalui media sosial Facebook.
Dalam unggahannya, warga meminta aparat keamanan dan pemerintah daerah memberikan perhatian serius terhadap aksi tawuran yang disebut melibatkan anak di bawah umur.
Warga menilai aksi tersebut tidak lagi dapat dianggap sebagai kenakalan biasa karena berpotensi membahayakan keselamatan masyarakat, termasuk warga yang sedang beraktivitas, rumah penduduk, dan tempat usaha di sekitar lokasi.
“Kami tidak ingin mencari siapa yang harus disalahkan. Kami ingin ada tindakan nyata dan cepat,” tulis Putri dalam unggahannya.
Warga mendorong sejumlah langkah, antara lain peningkatan patroli dan pengamanan di titik rawan, penertiban pada jam-jam yang dianggap rawan tawuran, serta pendataan dan pembinaan terhadap remaja yang terlibat.
Selain itu, warga meminta keterlibatan orang tua, pemerintah desa, sekolah, dan tokoh masyarakat dalam upaya mencegah aksi serupa kembali terjadi.
Mereka juga berharap Polres Batu Bara, Polsek Tanjung Tiram, Pemerintah Kabupaten Batu Bara, pemerintah kecamatan dan desa, serta pihak terkait segera mengambil langkah pencegahan.
Warga mengingatkan agar penanganan tidak menunggu hingga terjadi korban jiwa. Menurut mereka, aksi yang bermula dari saling lempar batu berpotensi berkembang menjadi kekerasan yang lebih serius apabila tidak segera ditangani.
Pedagang Ikut Terdampak
Berulangnya aksi tawuran juga menimbulkan keresahan di kalangan pedagang dan pelaku usaha di kawasan Tanjung Tiram.
Sejumlah warga khawatir kondisi tersebut membuat masyarakat enggan beraktivitas atau berbelanja di kawasan tersebut karena merasa tidak aman. Jika berlangsung terus-menerus, kondisi itu dikhawatirkan turut berdampak terhadap aktivitas dan perputaran ekonomi masyarakat setempat.
Warga menyebut aparat kepolisian setempat telah melakukan imbauan dan patroli di sejumlah gang yang dianggap rawan. Namun, mereka berharap upaya tersebut diperkuat dengan langkah pencegahan dan pembinaan yang melibatkan berbagai pihak.
Warga juga meminta rekaman CCTV dan dokumentasi yang tersedia di sekitar lokasi dapat menjadi bahan evaluasi aparat untuk mengidentifikasi pola serta mencegah tawuran kembali terjadi.
Masyarakat berharap penanganan dilakukan secara menyeluruh dengan mengedepankan pendekatan pembinaan terhadap anak dan remaja, sekaligus memastikan keamanan warga yang tinggal maupun beraktivitas di kawasan Tanjung Tiram.(zein)


