![]() |
| Bupati Madina, H. Saipullah Nasution. (Foto/mm) |
Bupati Madina, H. Saipullah Nasution, bersama Kepala Dinas Ketapang Taufiq Zulhendra turun langsung dalam kegiatan tersebut.
Bupati Madina H. Saipullah Nasution mengatakan, langkah ini diambil untuk meringankan beban masyarakat di tengah harga beras yang terus merangkak naik di pasaran.
“Kita tahu akhir-akhir ini harga beras di pasar sudah tembus Rp16.000 hingga Rp18.000. Maka hari ini kita hadir dengan beras kualitas premium yang kita jual Rp12.000 per kilogram," katanya.
Dalam operasi pasar murah tersebut, Pemkab Madina menyiapkan sebanyak 8 ton beras.
Saipullah Nasution juga menyampaikan bahwa operasi pasar murah ini akan digelar secara bergilir di berbagai kecamatan di Madina. Sehingga masyarakat di daerah lain seperti Siabu, Kotanopan, maupun kecamatan lainnya juga dapat merasakan manfaatnya.
“Kita mulai dari Panyabungan karena jumlah masyarakat di sini lebih besar, sekitar 67 ribu jiwa. Namun tentu kecamatan lain juga akan kita sentuh, seperti sebelumnya di Siabu dan Kotanopan,” kata Saipullah.
Terkait harga bulog, Bupati menyampaikan pemkab bersama Bulog dan Dinas Pertanian akan terus berkoordinasi dengan kelompok tani untuk memastikan hasil panen masyarakat dapat terserap dengan harga yang layak. Bulog telah menyiapkan pembelian gabah dengan harga sesuai instruksi presiden, yaitu Rp6.500 per kilogram, sehingga petani tidak dirugikan.
Sementara itu, Kadis Ketapang Madina Taufik Zulhendra, menambahkan bahwa saat ini stok beras untuk pasar murah ada sekitar 80 ton.
Tafiq menyebutkan, operasi pasar murah direncanakan akan dilakukan setiap minggu secara bergiliran di berbagai kecamatan.
“Sekarang kita punya sekitar 80 ton stok beras di Bulog. Rencananya operasi pasar murah akan kita lakukan setiap minggu, bergiliran di berbagai kecamatan,” ujar Taufiq.(fadli)


