![]() |
| Pemkab Madina gandeng Universitas UMA dalam pengembangan pisang kepok. (foto/ist) |
Penandatanganan tersebut dihadiri langsung Bupati Madina H. Saipullah Nasution, Pj Sekda Afrizal, para asisten, pimpinan OPD, petani, serta perwakilan UMA yang dipimpin Direktur Pascasarjana, Prof. Dr. Ir. Retno Astuti.
Bupati Saipullah menegaskan bahwa Madina memiliki potensi sumber daya alam yang sangat besar, didukung kondisi tanah yang subur. Selain dikenal dengan kopi arabika, aren, karet, dan perikanan air tawar, pisang kepok dinilai memiliki prospek cerah sebagai komoditas hortikultura unggulan.
“Pisang kepok ini sebenarnya sudah menjadi primadona, namun belum dikelola maksimal dari hulu hingga hilir," kata Saipullah.
Saipullah menjelaskan, kerja sama dengan UMA menjadi langkah strategis dalam mendorong hilirisasi produk pisang kepok. Melalui kolaborasi ini, hasil panen tidak lagi hanya dijual dalam bentuk mentah, tetapi akan diolah menjadi berbagai produk bernilai tambah seperti tepung, keripik, sale, hingga pakan ternak.
Selain itu, kerja sama ini juga mencakup penguatan teknologi pertanian melalui program sekolah lapang. Dosen dan mahasiswa UMA akan turun langsung ke desa untuk membuat demplot, mencegah penyakit darah bakteri pada tanaman pisang, serta melatih petani dalam penerapan pertanian presisi.
Tidak hanya berhenti di sektor produksi, Pemkab Madina juga mendorong penguatan sektor hilir melalui inkubasi UMKM dan IKM. Produk-produk olahan pisang kepok nantinya diarahkan untuk memiliki izin edar, sertifikasi halal, hingga masuk dalam e-katalog.
Lebih jauh, program ini juga menyasar peningkatan kualitas sumber daya manusia. Pemkab bersama UMA akan membuka peluang beasiswa, magang, serta riset mahasiswa di desa, guna mencetak petani milenial dan wirausaha muda di Madina.
Saipullah juga mengingatkan Dinas Pertanian untuk lebih aktif mendampingi petani yang selama ini dinilai berjalan tanpa arah yang jelas.
“Sudah terlalu lama petani kita dipaksa menyerah pada keadaan. Menanam tanpa perencanaan, memanen tanpa kepastian harga. Ini harus kita ubah,” katanya.
Saipullah juga menyampaikan apresiasi kepada UMA atas komitmennya mendukung pembangunan sektor pertanian di Madina.
Sementara itu, Direktur Pascasarjana UMA, Prof. Dr. Ir. Retno Astuti, menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, yakni pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Menurutnya, MoU ini akan menjadi payung bagi berbagai kegiatan akademik dan pengabdian yang terintegrasi di Kabupaten Madina. Program awal yang akan dilakukan adalah pembangunan pilot project kawasan agro berbasis pisang kepok.
“Kami akan memulai dengan pengabdian kepada masyarakat, kemudian berkembang menjadi penelitian dan kegiatan pendidikan. Ini menjadi langkah awal untuk program berkelanjutan,” katanya.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Pemkab Madina yang telah memberikan dukungan penuh, mulai dari lokasi hingga fasilitas penunjang, guna memastikan program ini berjalan optimal.(fadli)


