Stadion Teladan, Rampung dengan ‘Ancaman’

Sebarkan:

Catatan : Choking Susilo Sakeh

CERDIK nian Gubsu Bobby Nasution!

Sudah lebih setahun kursi Wali Kota Medan ditinggalkan Bobby Nasution.  Dia sudah berpindah duduk di kursi Gubernur Sumatera Utara. Namun,  Renovasi Stadion Teladan Medan tak juga memperlihatkan progres yang menggembirakan. Tak jelas, mengapa Rico Wa’as yang menggantikan Bobby Nasution sebagai Wali Kota Medan, maupun fihak Kementerian PUPR, terkesan seperti enggan merampungkan Renovasi Stadion Teladan dengan cepat. 

Padahal, Renovasi Stadion Teladan adalah proyek Pemko Medan, bukan proyek pribadi Bobby Nasution. Terlepas bagaimana ‘konyolnya’ pelaksanaan proyek Renovasi Stadion Teladan di masa Bobby Nasution sebagai Wali Kota Medan, tetap saja Wali Kota Medan saat ini, Rico Wa’as, berkewajiban dan bertanggungjawab untuk merampungkan Renovasi Stadion Teladan tersebut.

Satu hal lagi, Renovasi Stadion Teladan adalah salah satu proyek ambisius Bobby Nasution saat menjabat sebagai Walikota Medan priode 2020-2024 lalu. Jika stadion bersejarah itu rampung dan sudah bisa dipergunakan, pastilah itu bisa dijadikan sebagai ‘barang dagangan’ laris manis untuk dijajakan Bobby Nasution kelak saat dia akan mengikuti Pilgubsu 2029 mendatang.

Proyek Renovasi Stadion Teladan ini menghabiskan anggaran sebesar Rp 510 Miliar. Rinciannya, sebanyak Rp 275 Miliar berasal dari APBN dan sisanya sebesar Rp 235 Miliar dari APBD Pemko Medan. Prosesi groundbreaking proyek,  dilakukan Bobby Nasution pada 6 Februari 2024, dan semula ditargetkan rampung pada Desember 2024. Konon karena ada kendala teknis, target rampungnya kemudian mundur ke April 2025.l Namun hingga di akhir Februari 2026  --  persis setahun setelah Rico Wa’as menjabat sebagai Walikota Medan  -- tak terlihat ada tanda-tanda proyek Renovasi Stadion Teladan akan segera rampung.

Terkesan, Stadion Teladan pun menjadi proyek mangkrak.

Dan itu tidak boleh terjadi. Jika Renovasi Stadion Teladan menjadi proyek mangkrak, itu berarti malapetaka bagi Bobby Nasution. Sebab, dia masih punya ambisi panjang untuk menjadi sosok yang diperhitungkan di Sumatera Utara.

Maka, salah satu cara agar renovasi Stadion Teladan bisa segera rampung  --  mungkin demikianlah yang ada di benak Bobby Nasution -- adalah dengan ‘membujuk’ PSSI (Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia) untuk menggelar even berskala internasional di Sumatera Utara, khususnya di Medan.  PSSI kemudian merancang gelaran Piala AFF U-19 (Asean Football Federation,  Usia 19) akan dilaksanakan di Sumut. Venue yang akan dipergunakan adalah Stadion Utama Sumut dan Stadion Madya Atletik di Kawasan Sport Center Kualanamu,  serta -- tentunya -- Stadion Teladan Medan.

Dua venue yang dibangun di era Gubsu Edy Rahmayadi, yakni Stadion Utama Sumut dan Stadion Madya Atletik, sudah siap untuk dipergunakan kapan saja. Akan halnya Stadion Teladan, setidaknya sampai awal Maret 2026 masih terlihat babak belur. 

Karenanya, Bobby Nasution pun bereaksi keras. “Kalau Maret progresnya nggak ada, Teladan kita cabut saja,” ancam Bobby Nasution (“Progres Lambat, Bobby Ancam Cabut Opsi Stadion Teladan Tuan Rumah Piala AFF U-19”, detiksumut, Jumat 6 Maret 2026). 

Ancaman Bobby Nasution memang tegas : “Bilang juga sama walikotanya, pak. Jangan gara-gara ini (pembangunan Stadion Teladan yang tak kunjung siap), yang kemarin demo bawa babi, nanti demo bawa apa pak, bawa bola.” (“Soal Revitalisasi Stadion Teladan, Gubsu Bobby Nasution Sental Walikota Medan”, metro24jam, 10 Maret 2026).

*

Cerdik nian Gubsu Bobby Nasution!

Andaipun Stadion Teladan ternyata tak bisa rampung hingga di akhir Mei 2026, maka gelaran Piala AFF U-19 tetap juga dilaksanakan di Sumut pada 1-13 Juni 2026. Tempat yang akan dipergunakan adalah Stadion Utama Sumut dan Stadion Madya di Kawasan Sport Center, serta Stadion Baharuddin Siregar Lubukpakam sebagai venue cadangan. 

Jika Stadion Teladan gagal menjadi tuan rumah Piala AFF U-19 karena tak juga rampung hingga akhir Mei 2026, maka sudah bisa dipastikan akan sangat berdampak negatif bagi kinerja Rico Wa’as sebagai Walikota Medan. Khususnya, akan semakin meneguhkan citra Rico Wa’as yang selama ini dinilai sebagai seorang kepala deerah yang tidak bisa kerja dan tidak punya konsep kerja; seorang wali kota yang kebanyakan koyok-koyok daripada kerja nyata.

‘Ancaman’ Bobby Nasution yang akan mencabut posisi Stadion Teladan sebagai tuan rumah Piala AFF U-19  --  berikut dengan berbagai konsekuensi yang akan diterima Rico Wa’as  --  pada akhirnya memang mampu mendorong Rico Wa’as menyiapkan anggaran sekitar Rp 65 Miliar untuk merampungkan Stadion Teladan Medan di akhir Mei 2029. Bahkan, Rico Wa’as sampai-sampai mewajibkan jajarannya, terkhusus para Kepala Lingkungan, untuk bergotong royong massal di Stadion Teladan Medan, pada Sabtu (23/5-2026).

Dan Stadion Teladan pun rampung.

Yak, siap untuk dipergunakan sebagai venue Piala AFF U-19.

Meski demikian, tak ada yang istimewa dan tak ada yang perlu dibanggakan jika pada akhirnya Rico Wa’as mampu menyelesaikan renovasi Stadion Teladan Medan. Sebab, sekali lagi, Renovasi Stadion Teladan itu adalah proyeknya Pemko Medan. Bukan proyek pribadinya Bobby Nasution. Dan, sekali lagi, Rico Wa’as sebagai Wali Kota Medan bertanggungjawab dan berkewajiban untuk merampungkan Renovasi Stadion Teladan, cepat atau lambat.

Mungkin, yang layak diberi acungan jempol adalah upaya cerdik Bobby Nasution. Sepertinya Bobby Nasution tau persis, bagaimana menghadapi seorang kepala daerah di wilayahnya yang memang tidak bisa kerja dan tidak punya konsep kerja; yang lebih banyak koyok-koyok daripada bukti kerja. Dalam konteks merampungkan Renovasi Stadion Teladan, Bobby Nasution memang berhasil.

Konon, kata “cerdik” menurut Buku KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia), adalah sifat cepat mengerti (tentang situasi dan sebagainya) serta pandai mencari pemecahannya. Mudah-mudahan, tidak ada pula buku kamus usil, yang memberi makna kata ‘cerdik’ itu sebagai “cerdas dan licik”.

Mangkanya…

------------------------------------------

*Penulis, adalah Jurnalis dan Warga Medan.

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini

 
Desain: indotema.com