Bencana alam tersebut terjadi pada Kamis malam (4/6/2026) sekitar pukul 19.30 WIB. Angin puting beliung yang menerjang kawasan permukiman warga mengakibatkan sedikitnya 14 rumah mengalami kerusakan dengan tingkat kerusakan yang bervariasi.
Kerusakan yang terjadi mulai dari atap seng rumah beterbangan, dinding roboh, hingga sejumlah bangunan dan gubuk usaha warga rusak akibat tertimpa pohon tumbang.
Menanggapi musibah tersebut, puluhan prajurit Yonif TP 902 Sri Paduka Gocah langsung diterjunkan ke lokasi pada Jumat (5/6/2026). Mereka membantu proses evakuasi, membersihkan puing-puing bangunan, serta melakukan pendataan rumah warga yang terdampak.
Komandan Yonif TP 902 Sri Paduka Gocah, Letkol Inf Akhmad Saefuddin, S.I.P., M.M., mengatakan kehadiran prajurit TNI di tengah masyarakat merupakan bentuk nyata kepedulian dan pengabdian kepada rakyat, terutama saat menghadapi situasi bencana.
“Yonif TP 902 Sri Paduka Gocah selalu berupaya cepat tanggap dan sigap membantu masyarakat yang mengalami kesulitan. Prajurit kami turun langsung ke lapangan untuk membantu warga terdampak bencana, membersihkan puing-puing, serta melakukan upaya pemulihan pascabencana,” ujarnya.
Berdasarkan data yang dihimpun, warga yang rumahnya mengalami kerusakan di antaranya Asma (45), Suparti (52), Mesman (51), Sawaludin (45), Pai (45), Sujono (49), Suarno (51), Warsito (45), Mariani (45), Suardi (52), Misriani (48), Suyanto (45), Ramli (48), dan Idris (55).
Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, kerugian material diperkirakan mencapai sekitar Rp50 juta.
Selain membantu proses pembersihan dan pendataan, personel Yonif TP 902 Sri Paduka Gocah juga berkoordinasi dengan pemerintah desa dan pihak Kecamatan Dolok Masihul guna mempercepat proses penanganan dan pemulihan pascabencana.
Sementara itu, warga mengaku terbantu dengan kehadiran prajurit TNI yang sigap turun langsung membantu membersihkan rumah-rumah yang rusak akibat diterjang angin puting beliung.(rasum)


