KSAD Jenderal Maruli Simanjuntak Kagumi Adat Batak Saat Pimpin Bhakti TNI AD di Toba

Sebarkan:
KSAD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak diulosi Marga Simanjuntak di Desa Hutabulu Mejan,Balige, Toba. (foto:mm/paber simanjuntak)
TOBA – Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak menyampaikan kekagumannya terhadap adat istiadat Batak saat menghadiri kegiatan Bhakti TNI Angkatan Darat, di Desa Hutabulu Mejan, Kecamatan Balige, Kabupaten Toba, Sumatera Utara, Selasa (9/6/2026).

Kedatangan KSAD di kampung leluhurnya itu disambut hangat masyarakat melalui prosesi adat Batak. Momen tersebut juga menjadi kesempatan bagi Jenderal Maruli untuk berziarah ke makam leluhurnya, Ompu Sobosihon boru Sihotang.

Jenderal Maruli Simanjuntak mengaku telah lama memiliki keinginan untuk berbuat bagi tanah leluhurnya melalui program Bhakti TNI AD, termasuk pembangunan sumur bor untuk masyarakat.

“Keinginan ini sebenarnya sudah lama direncanakan untuk berbuat di tanah leluhur melalui Bhakti TNI AD, sekaligus menyaksikan langsung adat Batak yang menurut saya sungguh luar biasa,” ujar Maruli Simanjuntak.

Menurutnya, nilai-nilai adat Batak banyak memberikan pelajaran hidup yang berharga, terutama semangat dalam pendidikan dan perjuangan hidup.

KSAD juga mengenang perjalanan hidupnya sebelum berhasil menjadi prajurit TNI dan lolos Akademi Militer. “Sebelum masuk Akademi Militer saya pernah menganggur selama satu tahun karena gagal pada tahap pertama. Saat itu saya merasa minder setiap ada yang bertanya sekolah di mana. Namun justru hal itu menjadi motivasi untuk terus belajar dan berusaha,” ungkapnya.

Maruli menilai masyarakat Batak memiliki semangat tinggi dalam dunia pendidikan dan hal tersebut menjadi salah satu nilai budaya yang patut dipertahankan.

Selain memimpin kegiatan Bhakti TNI AD, Jenderal Maruli juga bersyukur dapat bertemu keluarga besar Simanjuntak serta menyaksikan langsung ritual adat Batak di kampung halamannya.

Ia menjelaskan, program pembangunan sumur bor di wilayah tersebut berawal dari masukan para seniornya yang mengingatkan pentingnya pembangunan di kampung halaman sendiri.

“Ide program air ini dicetuskan senior saya. Mereka mengingatkan bahwa TNI AD sudah banyak menjalankan program pengairan di berbagai daerah, sehingga muncul pertanyaan mengapa tidak dimulai juga di tanah leluhur sendiri,” tuturnya.

Kegiatan Bhakti TNI AD di Desa Hutabulu Mejan menjadi bagian dari upaya membantu kebutuhan masyarakat sekaligus mempererat hubungan antara TNI dan warga di wilayah Kabupaten Toba. (paber simanjuntak)

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini

 
Desain: indotema.com